10 Film Komedi Jepang Terbaik, Bikin Susah Berhenti Tertawa!

film komedi Jepang

Siapa sih yang enggak suka tertawa? Setiap kita tertawa, banyak manfaat yang kita dapat, dari menghilangkan stress hingga menyehatkan jantung. Tapi biasanya apa sih yang bikin kalian tertawa?

Film komedi memang sering bikin penonton terutama. Tak hanya Hollywood, negara lain juga memiliki film bergenre ini, misalnya Jepang.

Karena film anime Kimi no Nawa, industri film Jepang menjadi perhatian masyarakat dunia. Tapi bukan anime saja loh film dari Jepang yang yang wajib kalian tonton, film komedinya pun juga sayang kalau dilewatkan.

Berikut ini kami bagikan ke kalian 10 rekomendasi film komedi Jepang terbaik yang bisa bikin kalian susah berhenti ketawa.

Rekomendasi Film Komedi Jepang Terbaik

rekomendasi film komedi Jepang

Film komedi memang banyak digemari penggemar film karena ceritanya yang lucu dan membuat penontonnya tertawa. Dan, kebanyakan film komedi juga memiliki alur cerita yang ringan dan tidak serius.

Nah, jadi apa saja sih judul tontonan komedi dari negara yang terkenal dengan makanannya sushi? Yuk simak rekomendasinya dari kami di bawah ini:

Tampopo (1985)

Film komedi Jepang terbaik pertama yang menjadi rekomendasi kami untuk kalian tonton adalah Tampopo yang tayang pada 1985 silam. Walau merupakan film lawas, Tampopo merupakan film komedi dari Jepang yang sayang untuk dilewatkan.

Tampopo adalah seorang janda yang memiliki kedai ramen yang sepi akan pelanggan. Khawatir dengan kedainya yang sepi, Tampopo bertanya kepada Gorou (Tsutomu Yamazaki) dan Gun (Ken Watanabe), seorang supir truk susu, tentang ramen yang dibuatnya.

Gorou dan Gun mengatakan bahwa ramen yang dibuat oleh Tampopo terasa tulus namun tidak memiliki karakter yang menjual. Tampopo yang mendapatkan masukan tersebut meminta kepada Gorou untuk mengajarinya cara membuat ramen yang lezat.

  • Rilis: 23 November 1985 (Jepang)
  • Sutradara: Juzo Itami
  • Produser: Juzo Itami, Yasushi Tamaoki, Seigo Hosogoe
  • Skenario: Juzo Itami
  • Musik: Kunihiko Murai
  • Penghargaan: Japan Academy Prize for Outstanding Achievement in Sound Recording
  • Bahasa: Jepang

Waterboys (2001)

Tayangan komedi berikutnya dari Negeri Sakura adalah Waterboys yang tayang hamper 10 tahun yang lalu. Waterboys merupakan film yang sukses di Jepang dengan memenangkan dua penghargaan di Japan Academy Prize. Karena kesuksesannya, Waterboys diadaptasi menjadi drama seri yang ditayangkan di tahun 2003.

Tontonan ini menceritakan perjuangan remaja SMA putra yang bernama Suzuki (Satoshi Tsumabuki) dalam mempertahan klub renang indahnya yang terancam tutup karena tidak adanya anggota klub ang terdaftar.

Setelah berhasil mengumpulkan empat anggota baru, klub renang indah yang dipimpin oleh Suzuki kembali mengalami permasalahan karena guru pelatihnya yang cuti karena hamil. Tak patah semangat, Suzuki dan anggota klub lainnya mencari pelatih baru dan bertemu dengan Isomura (Naoto Takenaka) seorang pelatih ikan lumba-lumba di Sea World.

  • Rilis: 15 September 2001 (Jepang)
  • Sutradara: Shinobu Yaguchi
  • Produser: Yoshino Sasaki, Daisuke Sekiguchi, Akifumi Takuma
  • Skenario: Shinobu Yaguchi, Yasushi Fukuda
  • Musik: Hitomi Shimizu, Gakuji Matsuda
  • Penghargaan: Japan Academy Prize for Best Newcomer and Best Music Score
  • Bahasa: Jepang
Baca juga:  7 Film Perang Dunia II Terbaik yang Sayang Dilewatkan

Swing Girls (2004)

Film komedi Jepang terbaik rekomendasi kami selanjutnya adalah Swing Girls yang tayang tahun 2004. Swing Girls merupakan film komedi remaja yang disutradarai oleh Shinobu Yaguchi, yang juga adalah sutradara Waterboys.

Layar lebar yang satu ini juga mendapatkan respons yang sangat baik dari warga Jepang dan menjadi salah satu film berprestasi di negaranya dengan memenangkan tujuh penghargaan di Japan Academi Prize yang ke-28.

Berbalik dengan Waterboys, Swing Girls berfokus pada kisah siswi SMA bernama Tomoko (Juri Ueno) bersama teman-temannya yang malas untuk mengikuti kelas matematika di musim panas dan memutuskan untuk bergabung dengan klub brass band di sekolahnya sebagai anggota sementara.

Namun ketika Tomoko dan teman-temannya tidak lagi dibutuhkan di klub, mereka memutuskan untuk membentuk sebuah band jazz sendiri dan menamakannya Swing Girls (And A Boy).

  • Rilis: 11 September 2004 (Jepang)
  • Sutradara: Shinobu Yaguchi
  • Produser: Shintaro Horikawa, Daisuke Sekiguchi
  • Skenario: Shinobu Yaguchi
  • Musik: Hiroshi Kishimoto, Micky Yoshino
  • Penghargaan: Japan Academy Award for Newcomer of the Year (2005), Japan Academy Prize for Outstanding Achievement in Music, Outstanding Achievement in Sound Recording, and Most Popular Film (2005), and Japan Academy Film Prize for Screenplay of the Year and Best Film Editing (2005).
  • Bahasa: Jepang
  • Box Office: 18,45 juta dolar AS

Funky Forest: The First Contact (2005)

Funky Forest: The First Contact juga menjadi salah satu judul layar lebar Jepang bergenre komedi rekomendasi dari kami. Funky Forest merupakan film komedi antologi yang memiliki beberapa alur cerita dengan fokus tokoh yang berbeda-beda.

Ada kisah mengenai perjuangan tiga saudara yang ingin menjadi populer dikalangan wanita, ada juga pertengkaran antara duo komedian TV, kisah guru Bahasa Inggris yang mengalam cinta bertepuk sebelah tangan terhadap siswanya yang telah lulus, hingga kisah sci-fi yang melibatkan makhluk aneh penghisap darah yang ada di sekolah.

Cerita yang absurd dan beragam ini membuat Funky Forest menjadi film yang menghibur karena keanehannya.

  • Rilis: 22 Oktober 2005 (HIFF, Hawaii), Februari 2006 (YIFFF, Jepang)
  • Sutradara: Katsuhito Ishii, Hajime Ishimine, Shunichiro Miki
  • Produser: Norihisa Harada
  • Penulis: Katsuhito Ishii, Hajime Ishimine, Shunichiro Miki
  • Musik: Midorikawa Tooru
  • Bahasa: Jepang, Mandarin, Inggris

Fine, Totally Fine (2008)

Film komedi Jepang terbaik lainnya adalah Fine, Totally Fine yang tayang tahun 2008. Tontonan yang ditulis dan disutradarai oleh Yosuke Fujita ini bercerita tentang dua sahabat berumur hamper 30 tahun yang jatuh cinta pada wanita yang sama.

Teruo (YosiYosi Arakawa) dan Hisanobu (Yoshinori Okada) merupakan dua sahabat masa kecil. Teruo yang bekerja di toko buku bekas, memiliki cta-cita untuk membuat rumah hantu yang paling menakutkan. Namun walau dengan mimpi dan umurnya yang hamper menginjak angka 30, Teruo masih saja bermalas-malasan.

Suatu hari, Hasinobu memperkenalkan Akari Kinoshita (Yoshino Kimura), seorang gadis yang kehilangan pekerjaannya, kepada Tetsuo dengan harapan Akari dapat bekerja di toko buku bekas milik ayah Tetsuo.

  • Rilis: 26 Januari 2008
  • Sutradara: Yosuke Fujita
  • Produser: Kozo Okoshi
  • Penulis: Yosuke Fujita, Yuuka Arai
  • Penghargaan: Audience Award at The 2008 New York Asian Film Festival, The Nippon Connection Grand Prize
  • Bahasa: Jepang
Baca juga:  10 Film Netflix Romantis Unggulan Terbaik

Key of Life (2012)

Key of Life yang tayang tahun 2012 juga menjadi salah satu tontonan dari Jepang yang bergenre komedi. Film yang meraih penghargaan sebagai Best Narrative Feature dan Best Screenplay ini disutradarai oleh Kenji Uchida.

Key of Life atau Kagi Dorobo no Mesoddo bercerita tentang aktor bernama Sakurai (Masato Sakai) yang memiliki impian yang tinggi merasa frustrasi dengan kehidupannya. Karena itu, Sakurai memutuskan untuk bunuh diri.

Sebelum melakukan usaha bunuh diri, ia bertemu dengan seorang pria bernama Kondo (Teruyuki Kagawa) yang pingsan dan kehilangan ingatannya. Melihat hal ini, muncul di pikiran Sakurai untuk menggantikan posisi Kondo yang hilang ingatan tersebut dengan harapan kehidupannya menjadi lebih baik dan dirinya tak perlu lagi melakukan usaha bunuh diri.

Namun, ketika Sakurai mulai berpura-pura menjadi Kondo dan menjalani kehidupannya, tiba-tiba Sakurai menemukan dirinya terlibat masalah dengan para yakuza.

  • Rilis: 15 September 2012 (Jepang)
  • Sutradara: Kenji Uchida
  • Produser: Makoto Fujimoto, Kazutoshi Wadakura, Yoji Ohnishi
  • Penulis: Kenji Uchida
  • Musik: Yûsuke Tanaka
  • Penghargaan: Hawaii International Film Festival 2012 for Best Narrative Feature, Best Screenplay di Awards of the Japanese Academy, Kinema Junpo Awards, dan the Shanghai International Film Festival
  • Bahasa: Jepang

Wood Job! (2014)

Film komedi Jepang terbaik berikutnya, diadaptasi dari sebuah novel karya Shion Miura, berjudul Wood Job. Layar lebar yang disutradarai oleh Shinobu Yaguchi ini berhasil ditayangkan di LA Eigafest, Amerika Utara di tahun perilisannya.

Cerita berawal dari Yuki Hirano (Shota Someani) yang tidak peduli dengan kegagalannya dalam ujian masuk perguruan tinggi karena kemalasannya. Ia berfikir dengan kegagalannya tersebut, Yuki mendapatkan kesempatan untuk bersantai selama setahun sampai dirinya kembali mengikuti ujian perguruan tinggi.

Selama menunggu ujian kembali diadakan, Yuki memutuskan untuk mengikuti sebuah kelas pelatihan selama 30 hari di kota terpencil agar dirinya dapat bekerja sebagai seorang rimbawan di daerah pegunungan yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler.

  • Rilis: 10 Mei 2014 (Jepang)
  • Sutradara: Shinobu Yaguchi
  • Produser: Akio Kobayashi, Minami Ichikawa, Naotsugu Kato, Kazuya Hamana, Naoya Fujimaki, Nobuhiro Azuma, Madoka Hosoya, Yoichi Arishige
  • Skenario: Shinobu Yaguchi
  • Diangkat dari: Novel Kamusari naa naa Nichijō karya Shion Miura
  • Penghargaan: NETPAC Award di Bucheon International Fantastic Film Festival 2014
  • Bahasa: Jepang
  • Box Office: 107 juta Yen (Jepang)

Too Young to Die! (2016)

Rekomendasi tayangan Jepang yang bikin penonton tertawa selanjutnya adalah Too Young to Die yang disutradarai oleh Kankuro Kudo.

Tontonan komedi yang satu ini awalnya dijadwalkan tayang pada 6 Februari 2016. Namun karena ada kecelakan bus yang terjadi di Karuizawa yang menewaskan 14 orang pada Januari di tahun yang sama, penayangan Too Young to Die diundur jadi di bulan Juni.

Film ini mengisahkan tentang remaja SMA bernama Daisuke (Ryunosuke Kamiki) yang mengalami kecelakaan saat menaiki bus menuju sekolahnya. Ketika Daisuke terbangun, ia menemukan dirinya berada di neraka.

Daisuke merasa situasi yang dihadapinya tidak adil karena dirinya masih terlalu muda untuk mati dan masih banyak urusan dalam hidup yang harus ia hadapi, seperti mengatakan perasaannya kepada teman sekelasnya Hiromi (Aoi Morikawa).

Baca juga:  6 Adegan Kontroversial Pelecehan Seksual Drama 'It’s Okay To Not Be Okay'

Daisuke yang kebingungan tiba-tiba dihampiri Killer K (Tomoya Nagase), pemimpin band rock Heruzu dari Hell Agricultural High School yang menawarkan bantuan agar Daisuke dapat hidup kembali.

  • Rilis: 6 Februari 2016 diundur menjadi 25 Juni 2016 (Jepang)
  • Sutradara: Kankuro Kudo
  • Produser: Mitsuru Uda, Makiko Nagasaka, Hisashi Usui
  • Skenario: Kankuro Kudo
  • Penghargaan: Nominasi untuk Audience Award di Fantasia Film Festival 2016 dan NETPAC Award di Rotterdam International Film Festival 2016
  • Bahasa: Jepang

What a Wonderful Family! (2016)

Film komedi Jepang terbaik yang juga harus kalian tonton adalah What a Wonderful Family yang tahun 2016 lalu. Tayangan yang satu ini tayang pertama kali di Sanuki Film Festival Jepang yang berlangsung di tahun tersebut.

What a Wonderful Family bercerita tentang kehidupan sebuah pasangan suami istri yang telah menikah selama 50 tahun.

Suatu hari, sang suami yang bernama Shuzo Hirata (Isao Hashizume) bertanya kepada istrinya, Tomiko (Kazuko Yoshiyuki), hadiah apa yang diinginkan sang istri untuk ulang tahunnya yang akan segera datang.

Namun tanpa disangka, Tomiko berkata ia ingin bercerai dari suaminya sebagai hadiah ulang tahunnya. Keinginan perceraian sang istri ini membuat seluruh anggota keluarga menjadi kacau balau. Anak-anak mereka menjadi panik mendengar berita perpisahan kedua orang tuanya. Di tengah keributan yang terjadi, tiba-tiba setiap anggota keluarga mulai menyuarakan keluhan mereka masing-masing.

  • Rilis: 11 Februari 2016 (Sanuki Film Festival, Jepang)
  • Sutradara: Yoji Yamada
  • Produser: Hiroshi Fukasawa
  • Skenario: Yoji Yamada, Emiko Hiramatsu
  • Bahasa: Jepang
  • Box Office: 173 juta Yen

One Cut of the Dead (2017)

Rekomendasi terakhir untuk tayangan bergenre komedi dari Jepang dari kami adalah One Cut of the Dead yang di sutradarai oleh Shinichiro Ueda.

Tak hanya komedi, One Cut of the Dead merupakan film zombi komedi yang sayang untuk dilewatkan. Disebut-sebut, layar lebar yang tayang pada 2017 ini merupaka Shaun of the Dead dari Jepang karena ceritanya yang komikal dan melibatkan zombi.

Cerita berawal dari kru film yang melakukan pengambilan gambar di sebuah gudang untuk membuat film dengan tema zombi. Namun saat proses produksi selesai, entah mengapa hasil gambar yang didapat tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Akhirnya, kru memutuskan untuk istirahat sembari memperbaiki suasana di lokasi. Seakan menjadi solusi hasil gambar yang tidak memuaskan, tiba-tiba saat para kru sedang beristirahat, mereka didatangi zombi sungguhan.

  • Rilis: November 2017
  • Sutradara: Shinichiro Ueda
  • Produser: Koji Ichihashi
  • Skenario: Shinichiro Ueda
  • Musik: Nobuhiro Suzuki, Kailu Nagai
  • Penghargaan: Special Award di 43rd Hochi Film Awards, Yūjirō Ishihara Award di 31st Nikkan Sports Film Awards, Special Jury Prize di 40th Yokohama Film Festival, Best Film di 61st Blue Ribbon Awards, dll.
  • Bahasa: Jepang
  • Box Office: 31,2 juta dolar AS

Penutup

Jadi, judul film komedi Jepang yang mana yang mau kalian tonton terlebih dulu? Untuk menyaksikan judul tayangan di atas, kalian bisa nonton di situs nonton film favorit kalian masing-masing ya. Jangan lupa setelah nonton kalian share judul menjadi kesukaan kalian di kolom kometar di bawah ini.

Terima kasih atas waktunya ya, geng. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Written by June

Had experiences in journalism and marketing field. Born in June, obviously. So, please do send me birthday wishes when the month comes ;)

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

Loading…

0
nonton film after

Nonton Film After (2019) Subtitle Indonesia, Streaming Online

Nonton film Pretty Boys

Nonton Pretty Boys (2019), Film Indonesia Full Movie