10 Film Animasi Studio Ghibli Terbaik

Tangan Dingin Maestro Hayao Miyazaki yang Melegenda

film studio ghibli

Studio Ghibli adalah studio film Jepang yang telah memproduksi banyak sekali film animasi berkualitas. Ghibli juga satu-satunya yang bisa mengimbangi dominasi Walt Disney Studio untuk urusan animasi.

Ciri khas film produksi Ghibli adalah kisahnya yang menyentuh, penuh nilai kemanusiaan, tanpa melupakan imajinasi yang pas untuk anak-anak dan dewasa.

Pendiri dari Studio Ghibli adalah penulis dan sutradara legendaris, Hayao Miyazaki.

Film-film produksi Ghibli banyak sekali yang meraih penghargaan di berbagai ajang awards bergengsi. Selain itu, perolehan hasil box office mereka juga sangat masif.

Nah, apa saja 10 film Studio Ghibli terbaik tersebut? Ini dia, geng, kita baca satu per satu, yuk!

Spirited Away (2001)

Film ini adalah film fantasi yang istimewa. Ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki, Spirited Away berhasil menyabet piala Oscar ke-75 sebagai film animasi terbaik.

Berkisah tentang seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Chihiro Ogino, yang pindah ke lingkungan baru. Dalam perjalanan, secara tidak sengaja Chihiro memasuki dunia roh Kami (berdasarkan kisah rakyat Jepang).

Penyihir jahat Yubaba menyihir orang tua Chihiro menjadi babi dan memaksa Chihiro bekerja di pemandian miliknya. Chihiro berusaha mencari jalan untuk membebaskan diri dan orang tuanya, dan kembali ke dunia nyata.

Uniknya, karakter Chihiro terinspirasi dari anak perempuan sahabat Miyazaki yang sering bermain ke rumahnya pada liburan musim panas. Spirited Away diproduksi dengan bujet US$ 19 juta.

Spirited Away mencetak sukses secara global dengan perolehan angka sebesar US$ 395.8 juta dan disebut-sebut sebagai salah satu film animasi terbaik sepanjang masa.

Film Studio Ghibli terbaik ini bahkan sempat memegang rekor sebagai film terlaris sepanjang sejarah perfilman Jepang selama 19 tahun sebelum rekornya dipecahkan oleh film animasi Demon Slayer.

Spirited Away bisa kamu tonton di Netflix.

My Neighbor Totoro (1988)

Salah satu film studio Ghibli terbaik yang paling disukai anak-anak dan dewasa adalah My Neighbor Totoro. Totoro juga menjadi ikon resmi untuk Studio Ghibli, seperti Mickey Mouse untuk Walt Disney.

Kisahnya dimulai saat seorang profesor pindah ke sebuah rumah di pedesaan dengan kedua anaknya, agar bisa lebih dekat menjenguk ibu mereka yang sedang dirawat di rumah sakit.

Saat anak-anak itu mulai bermain dan mengeksplorasi rumah dan hutan di sekitar mereka, mereka bertemu dengan makhluk-makhluk ajaib. Totoro adalah sosok roh penunggu hutan yang ramah, imut dan suka membantu.

Uniknya, karakter Totoro ini juga sering muncul sebagai cameo di beberapa film Ghibli lainnya. Karakter Totoro sangat populer sehingga masuk dalam daftar ikon pop culture dunia.

Hayao Miyazaki menulis dan menyutradarai animasi ini untuk menunjukkan bagaimana anak-anak mampu mengisi kesepian dan menghadapi rasa khawatir mereka dengan imajinasi dan semangat tinggi.

My Neighbor Totoro juga mengandung banyak nilai dan simbol dari agama Shinto dan memusatkan kisah pada kehidupan tenang di pedesaan. My Neighbor Totoro meraih pendapatan sebesar US$41 juta secara global.

Baca juga:  Nonton Wandavision Season 1 (2021) Sub Indo, Full Episode

Selain itu, penjualan dari home video dan merchandise berlisensinya memberikan keuntungan sangat besar dengan total sekitar US$ 1.46 milyar.

My Neighbor Totoro bisa kamu tonton di Netflix.

Kiki’s Delivery Service (1989)

Penyihir paling manis dan imut dalam dunia sinema ini mencuri hati penonton sejak film ini dirilis Ghibli. Ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki

Kisah film ini diadaptasi Miyazaki dari buku karya Eiko Kadono yang terbit di tahun 1985. Kiki, yang merupakan pendatang baru di sebuah kota pinggir pantai, menggunakan kekuatan terbangnya untuk membuka jasa kurir.

Kiki saat itu sudah berusia 13 tahun. Ia memiliki seekor kucing bernama Jiji yang bisa berbicara.

Kiki pindah dan hidup sendiri sebagai bagian dari pelatihannya sebagai penyihir. Salah satu keahlian yang harus ia kuasai adalah mengendalikan sapunya.

Walau bisnis kurirnya sukses, Kiki masih memiliki beberapa keraguan akan kemampuan dirinya. Hal ini maah membuat kemampuan sihirnya tidak stabil. Kiki butuh kepercayaan diri yang besar agar bisa menjadi penyihir yang seutuhnya.

Tema kemandirian dan kedewasaan kaum remaja perempuan Jepang terkandung dalam makna film ini. Kiki’s Delivery Service. Film ini juga merupakan kerjasama distribusi pertama Ghibli dengan Walt Disney.

Grave of the Fireflies (1988)

Sebuah film perang pendek semi-autobiografi karya Akiyuki Nosaka dirilis pada tahun 1967. Isinya adalah tragedi peperangan yang terjadi saat pecahnya perang dunia kedua.

Kisah itu diadaptasi, ditulis, dan distutradarai oleh Isao Takahata. Berlatar di kota Kobe, kisahnya menceritakan kakak adik Seita dan Setsuko yang menjadi yatim piatu karena kematian orang tua mereka.

Berdua, mereka harus berjuang mencari perlindungan, selain berjuang melawan kelaparan dan wabah penyakit. Kisah pilu dan menyedihkan ini berhasil menampilkan kengerian akibat perang.

Untuk ukuran film animasi, film Studio Ghibli sedih ini mengusung tema yang cukup berat dan dewasa. Penceritaannya yang dramatis tanpa berlebihan sukses membuat siapapun yang menonton akan menitikkan air mata.

Grave of the Fireflies termasuk dalam daftar film bertema perang terbaik yang pernah dibuat. Film ini juga mewakili karya-karya terbaik para sineas Jepang di dunia internasional.

Howl’s Moving Castle (2004)

Hayao Miyazaki termasuk salah satu tokoh yang menentang keras invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 silam. Ia ingin mengekspresikan penolakan tersebut dalam karyanya.

Walau Howl’s Moving Castle ini diadaptasi dari buku karya pengarang Inggris Diana Wynne Jones di tahun 1986, tapi Miyazaki membuatnya berbeda untuk filmnya.

Jika pesan dalam bukunya tentang perbedaan status dan gender, film Howl lebih memusatkan cerita pada cinta, kesetiaan dan kehancuran yang disebabkan peperangan. Inilah bentuk protes personal Miyazaki.

Latar kisahnya adalah di sebuah kerajaan khayal, di mana sihir dan teknologi canggih berpadu menjadi satu. Kerajaan tersebut sedang berperang dengan kerajaan lain.

Kisahnya sendiri adalah tentang seorang gadis bernama Sophie yang disihir menjadi perempuan tua akibat kutukan seorang penyihir. Sophie tua bertemu dengan penyihir laki-laki bernama Howl yang sedang memberontak terhadap raja.

Howl’s Moving Castle juga menarik karena mengandung pesan-pesan tentang usia. Tentang usia yang semakin tua justru sebenarnya menawarkan kebebasan. Film ini juga cukup memiliki pesan bernuansa feminisme.

Baca juga:  Tayang 1 April, Ini Trailer dan Sinopsis Film ‘Morbius’

Secara komersil, film ini meraih sukses besar. Di Jepang, Howl’s memperoleh US$ 190 juta dan secara global meraih US$ 236 juta. Film ini juga meraih nominasi Oscar ke-78 dalam kategori film animasi terbaik

Howl’s Moving Castle bisa ditonton di Netflix.

Ponyo (2008)

Film Studio Ghibli terbaik lainnya adalah Ponyo. Film ini adalah adaptasi bebas dari dongeng klasik The Little Mermaid karya Hans Christian Andersen. Ponyo juga ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki.

Ponyo adalah makhluk air yang melarikan diri dari kerajaan ayahnya untuk bertualang di darat. Ia ditemukan dan dibawa pulang oleh seorang anak laki-laki bernama Sōsuke.

Ponyo menjalin persahabatan dengan Sosuke. Semakin erat persahabatan itu, semakin besar pula hasrat Ponyo untuk menjadi manusia.

Ponyo, selain dipuji para kritikus, juga sukses di box office. Film ini meraih pendapatan sebesar US$ 204 juta dan menjadi film animasi kelima terlaris sepanjang masa.

Ponyo yang imut-imut, kadang galak, dan suka bertindak semaunya sendiri, jadi karakter menggemaskan dan mengundang simpati. Banyak yang menganggap kisah ini memiliki kesimpulan yang lebih memuaskan daripada kisah aslinya.

Princess Mononoke (1997)

Dilihat artinya dalam bahasa Jepang, Mononoke adalah makhluk supernatural yang bisa berubah wujud, dan bisa menyusup ke dalam tubuh manusia, menyebabkan penderitaan, penyakit, bahkan kematian.

Princess Mononoke ditulis dan disutradarai oleh Hayao Miyazaki dan berlatar di periode akhir peradaban Muromachi, Jepang (sekitar tahun 1336 hingga 1573 A.D). Film ini juga bernuansa fantasi.

Kisahnya tentang pangeran bernama Ashitaka dan perang antar dewa dan manusia. Ashitaka terluka gigitan dan harus meminta obat dari roh dewa yang berwujud rusa bernama Shishigami.

Dalam perjalanannya, ia melihat bagaimana manusia merusak alam dan memicu kemarahan Dewa Moro yang berwujud serigala. Moro memiliki pendamping, Princess Mononoke, seorang manusia.

Petualangan Ashitaka ini membuatnya terlibat dalam konflik para dewa dan manusia ini. Ashitaka, selain mencari obat untuk dirinya, akhirnya berusaha untuk mendamaikan kedua belah pihak.

Princess Mononoke juga sukses besar, baik dari segi kualitas maupun segi komersil, dengan meraup angka sebesar US$ 169,7 juta dari bujet yang hanya US$ 23.5 juta. Film ini menjadifilm terlaris sepanjang tahun 1997 di Jepang.

Princess Mononoke bisa ditonton di Netflix.

Only Yesterday (1991)

Hasil adaptasi komik manga berjudul sama karya Hotaru Okamoto dan Yuko Tone ini ditulis ulang untuk Ghibli dan disutradarai oleh Isao Takahata. Animasi ini bergenre drama.

Yang unik dari Only Yesterday adalah eksplorasi ide yang tidak biasa untuk animasi. Only Yesterday bercerita tentang seorang perempuan yang sedang melakukan perjalanan dan mencari jati diri.

Kisahnya yang realistis cocok untuk penonton dewasa, membuat Studio Ghibli juga memiliki pasar selain anak-anak. Only Yesterday adalah ‘drama romantis’ berbentuk animasi.

Berlatar tahun 1982, salah satu film terbaik produksi Studio Ghibli ini menceritakan tentang Taeko Okajima, gadis lajang berusia 27 tahun yang tinggal dan bekerja di Tokyo. Ia lalu berkunjung ke rumah iparnya di pedesaan untuk membantu panenan saffron sekaligus berlibur.

Baca juga:  Review Raya and The Last Dragon: Sang Pendekar Pedang Naga Puspa di Kerajaan Disney

Saat dalam kereta menuju Yamagata, Taeko banyak mengenang masa mudanya saat masih bersekolah dan dinamika kehidupan remaja di kota kecil. Di stasiun, ia dijemput oleh sepupu iparnya, Toshio.

Taeko lalu dihadapkan dengan berbagai tantangan untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Banyak aspek yang dikupas dalam film ini seperti mengenal jati diri, percintaan, dan karir.

Only Yesterday bisa ditonton di Netflix.

My Neighbors the Yamadas (1999)

Ghibli juga memiliki satu masterpiece bergenre komedi. My Neighbors the Yamadas sangat unik karena animasinya disajikan dengan gambar khas komik. MNtY juga terdiri dari beberapa babak.

Ditulis dan disutradarai oleh Isao Takahata, animasi ini berdasarkan komik manga Nono-chan karya Hisaichi Ishii. Animasi ini bergenre slice of life dipadu komedi dan drama.

Bab-bab nya seputar kehidupan sehari-hari keluarga Yamada sehari-hari. Masing-masing bab juga memiliki tema yang berbeda.

Peran ayah, hubungan suami istri, tantangan sebagai orang tua, cinta pertama, persaingan antar saudara kandung dan lain-lain. Sangat mudah menikmatinya, karena dialami oleh semua keluarga.

Selain diselipi banyak humor, MNtY juga sangat wajar dan meyakinkan dalam memperlihatkan keluarga dengan banyak karakter yang berbeda watak. Walau demikian, mereka disatukan oleh rasa cinta.

Sebuah drama keluarga yang sangat menyentuh, walaupun ‘berkedok’ komedi. Penonton pasti akan selalu mendukung keluarga Yamada.

My Neighbours the Yamadas bisa ditonton di Netflix.

When Marnie Was There (2014)

Film drama ini juga mirip dengan Only Yesterday dari segi tema. Kisahnya lebih cocok untuk penonton dewasa karena berupa drama psikologis.

When Marnie Was There ditulis dan disutradarai oleh Hiromasa Yonebayashi. Kisahnya sendiri diadaptasi dari novel karya Joan G. Robinson d tahun 1967.

Dibuka dengan pengenalan tokoh Anna Sasaki yang sedang menginap di rumah kerabatnya di wilayah Kushiro, Hokkaido. Pada suatu hari, Anna melewati sebuah rumah besar yang terbengkalai.

Di sana ia berkenalan dengan seorang gadis misterius bernama Marnie. Marnie meminta Anna untuk merahasiakan kehadirannya di sana.

Hubungannya dengan Marnie membuat Anna menjadi lebih tahu tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya. Ternyata ada banyak sekali rahasia dan kenyataan yang baru diketahui Anna.

Sebuah kisah yang sangat menyentuh tentang hubungan keluarga, kehilangan, depresi, dan pencarian jati diri. When Marnie Was There dinominasikan sebagai film animasi terbaik piala Oscar ke-88 silam.

When Marnie Was There bisa ditonton di Netflix.

Penutup

Kehadiran Studio Ghibli di dalam industri perfilman sering dianggap sebagai penyeimbang dari dominasi Studio Walt Disney. Akan tetapi, kehadiran dua studio ini adalah penyumbang terbesar karya-karya animasi terbaik di dunia.

Daya imajinasi dan dongeng-dongeng adalah salah satu dari aspek terpenting dalam proses tumbuh kembang anak-anak. Banyak yang menjadikan film-film Disney dan Ghibli sebagai sarana pendidikan.

Studio Ghibli memiliki keistimewaan dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh animasi-animasi lain. Pesan-pesan dan nilai-nilai luhur yang disampaikan film-film Ghibli menambah kebijakan dan wawasan bagi penontonnya, baik anak-anak maupun dewasa.

Film Ghibli mana yang jadi favoritmu, gengs?

Bagi kamu yang nonton streaming film Studio Ghibli terbaik di atas, yuk, buruan berlangganan Netflix!

 

Comments

Leave a Reply

Loading…

Written by Naila Fauzia

film kolosal terbaik

10 Film Kolosal Terbaik Indonesia dan Mancanegara

film tom cruise terbaik

10 Film Tom Cruise Terbaik, Mana Favoritmu?