Membaca Rindu Sapardi dalam Puisinya yang Penuh Misteri!

sapardi djoko damono

Sapardi memang sudah menuju abadi, kepulangan pemiliki puisi hujan bulan Juni itu menghujankan air mata para pecinta sastra tanah air.

Twitter sejenak hening, nama Sapardi trending topik di jagat maya, sajak bulan Juni seketika tumpah di bulan Juli.

Sapardi sudah abadi dalam pelukan waktu, ia tetap hidup dalam hati para pecinta sajaknya yang lintas generasi.

Selama hidupnya, Sapardi memang dikenal sebagai seorang pujangga sekaligus kritikus sastra, namun sedikit yang tahu jika ia juga adalah seorang pendidik dan guru besar.

Maka sudah menjadi kewajibannya seorang Sapardi untuk membawa Sastra melintasi zaman. Tidak heran, para penikmat sajak-sajaknya justru banyak dari generasi milenial.

Sang pujangga yang lahir 20 Maret 1940 di Surakarta ini menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (19/7/2020) di usia 80 tahun.

Membaca Rindu Sapardi

Sajak-sajak Sapardi memang sarat dengan rindu yang memiliki interpretasi penafsiran berbeda-beda dari setiap pembacanya! Menyentuh bagian terdalam dari emosi.

Hatiku Selembar Daun

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak berbaring di sini;
ada yang masih ingin ku pandang yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi

Puisi ini begitu menyentuh, penggunaan majas yang begitu menyentuh, memancarkan banyak makna bagi pembacanya. Susunan diksi menghadirkan perasaan yang dalam, kepergian, kepulangan atau bahkan kematian.

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Puisi karangan Sapardi di tahun 1989 yang masuk kumpulan puisi “Hujan di Bulan Juni”. Puisi ini begitu romantis, menembus perasaan yang terdalam dan menyajikan banyak makna hidup.

Baca juga:  Cara Nonton Gratis di Aplikasi Vidio Mudah dan Cepat | April 2020

Pilihan kata yang sederhana, kaya makna dan penuh imajinasi. Tidak mengherankan sajak-sajak puisi “Aku Ingin” banyak dikutip.

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Pemilik sajak “Hujan Bulan Juni” memang sudah kembali, berpulang ke keabadian. Tetapi sajak ini tetap hidup. Bait-bait yang menyentuh, sederhana namun begitu dalam.

Pada Suatu Hari Nanti

“Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.
Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.
Kau akan tetap kusiasati,
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.”

Melalui sajak ini, seolah-olah sang Pujangga berkata perihal kematian yang pasti, dan melalui tulisan sang Pujangga akan dikenal abadi. Mungkin atas dasar inilah, Sapardi tetap menulis dan produktif.

Yang Fana Adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.

Puisi “Yang Fana Adalah Waktu” bercerita tentang percintaan meskipun setiap orang yang membacanya memiliki penafsiran tersendiri.

Melalui puisi ini, sang Pujangga mengungkapkan akan keteguhan hati orang yang saling mencintai. Waktu sekalipun tak mampu merapuhkan hubungan itu!

Baca juga:  Nonton Anime Big Order (2016) Full Episode Sub Indo

Penutup

Abadilah kau kata-kata, abadilah kau sang Pujangga!

Sapardi memang pergi, tapi sajak puisi rindunya tetap abadi!

Dari kelima puisi Sapardi, mana yang paling romantis dan mistis menurut kalian?

Jangan lupa share artikel ini dan ikuti terus artikel Sushi.id!

Written by Tamrin

Penyuka diksi dan seorang data enthusiast, sesekali waktu menulis kata-kata.

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

Loading…

0
nonton film the silenced sub indo

Nonton Film The Silenced (2015) Sub Indo, Full Movie

film thriller terbaik

6 Film Thriller Terbaik yang Paling Menegangkan