Review Tokyo Revengers (2021): Kisah Perjalanan Waktu Sang Pahlawan Cengeng

“Aku takkan mundur! Aku punya alasan untuk tidak mundur!”

Konnichiwa! Yo, Mina-san! Ogenki desu ka? Meski saat ini kita masih dalam situasi pandemi, tapi Sushi berharap kita semua dalam keadaan baik-baik saja. Oleh karena itu, demi menjaga pikiran tetap waras dan hati tetap gembira, kali ini Sushi akan membahas salah satu anime yang sedang naik daun. Yup! Apa lagi kalau bukan Tokyo Revengers?

Anime yang diangkat dari manga rilisan Maret 2017 ini juga diadaptasi menjadi live action yang tayang perdana pada tanggal 9 Juli 2021 di Jepang, sementara animenya sendiri sudah tayang sebanyak 13 episode sejak penayangan perdananya pada tanggal 11 April 2021.

Yosh! Tak perlu berlama-lama lagi. Hajimemashou!

Hanagaki Takemichi si Pecundang

Episode pertama diawali dengan adegan di mana Takemichi sedang rebahan di kamar apartemennya sambil menonton siaran di televisi. Siaran itu menyampaikan berita tentang perseteruan sebuah geng kriminal bernama Tokyo Manji yang kembali memakan korban, kali ini Tachibana Naoto dan kakak perempuannya, Tachibana Hinata.

Mendengar nama itu disebut, Takemichi langsung tersentak karena Tachibana Hinata adalah pacarnya semasa SMP. Mereka sudah lama tak pernah bertemu. Mendapat berita seperti itu membuat Takemichi merasa semakin hampa. Seumur hidupnya ia selalu merasa menjadi seorang pecundang.

Saat ini Takemichi bekerja di sebuah toko DVD dengan manajer yang lebih muda dan sering mengintimidasinya. Belum lagi, apa pun yang Takemichi lakukan seolah tidak pernah ada yang benar sehingga dia seringkali meminta maaf.

Dalam kehampaannya, Takemichi berjalan hingga ke stasiun. Sayangnya dia berdiri melewati garis batas dan terlalu dekat dengan rel kereta.

Entah bagaimana, tiba-tiba saja Takemichi terjatuh dari peron ke tengah rel. Bersamaan dengan itu ada kereta yang sedang melaju kencang.

Kilas balik wajah Tachibana Hinata pun muncul dan membuat Takemichi berpikir bahwa saat itu adalah akhir dari hidupnya.

Terjatuh dari peron

Namun, tiba-tiba Takemichi merasa seperti ada yang memanggilnya. Saat menoleh, Takemichi mendapati keempat sosok temannya semasa SMP: Akkun, Yamagishi, Makoto, dan Takuya.

Dia merasa seperti sedang bermimpi dan bernostalgia, tetapi betapa terkejutnya Takemichi saat melihat tanggal di layar ponselnya. 4 Juli 2005. Kejadian ditabrak kereta itu tidak membuatnya mati, melainkan membawanya kembali ke masa lalu!

Kiri ke kanan: Akkun, Takuya, Makoto, dan Yamagishi

Kilas Balik Masa Lalu

Mengalami kembali kejadian masa lalu secara tiba-tiba membuat Takemichi merasa tidak siap. Dia harus mengalami kejadian yang sama untuk yang kedua kalinya. Apalagi kejadian yang dialaminya tersebut bukanlah kejadian yang mengenakkan. Di sanalah semuanya berawal.

Bermodalkan orang dalam, yaitu sepupu Takemichi yang mengaku-ngaku sebagai ‘pentolan’ berandalan di sana, Takemichi dan keempat temannya dengan jemawa hendak menantang para siswa berandalan kelas 2 dari SMP Shibuya.

Sialnya mereka malah berjumpa dengan Kiyomizu Masataka (Kiyomasa) dan para siswa berandalan kelas 3. Selain itu, fakta bahwa sepupu Takemichi hanya seorang kacung membuat mereka berakhir babak belur dan ikut menjadi kacung para berandalan tersebut, yang ternyata masih bagian dari geng Tokyo Manji.

Kiyomasa and the gank

Malam itu dalam kondisi babak belur sehabis dihajar Kiyomasa, Takemichi tiba-tiba ingin bertemu dengan sang kekasih, Tachibana Hinata. Lantas dia memisahkan diri dari keempat temannya dan berlari menuju ke apartemen gadis itu.

Setibanya di sana, saat Hinata membuka pintu apartemen, Takemichi malah menangis saat bertatap muka dengannya. Takemichi benar-benar merasa seperti sedang bermimpi. Rasanya baru saja dia melihat berita tentang kematian Hinata tetapi di saat yang sama gadis itu sedang berdiri di hadapannya.

Tachibana Hinata dan Hanagaki Takemichi

Misi Perjalanan Waktu

Sepulang dari apartemen Hinata, Takemichi tak sengaja melihat seorang bocah sedang dirundung di taman. Karena masih kesal sehabis dihajar oleh Kiyomasa, Takemichi pun turun tangan dan menyelamatkan bocah itu, yang ternyata adalah Tachibana Naoto, adik dari Hinata.

Setelah mengobrol dan menasehati Naoto panjang lebar, akhirnya Takemichi memberi tahu Naoto bahwa pada tanggal 1 Juli 2017 kedua kakak-beradik itu akan mati karena perbuatan geng Tokyo Manji. Takemichi berpesan kepada Naoto agar senantiasa menjaga Hinata. Naoto terkejut, tetapi anehnya dia memercayai ucapan Takemichi.

Di akhir percakapan, Takemichi mengajak Naoto berjabat tangan. Tepat saat telapak tangan mereka bertemu, Takemichi seperti terkena sengatan listrik dan tiba-tiba saja terbangun dari pingsannya.

Hal tersebut membuat Takemichi berpikir bahwa apa yang baru saja dialaminya memang hanya sebatas mimpi. Akan tetapi Takemichi juga heran, mengapa dirinya sama sekali tidak terluka padahal dia yakin bahwa dirinya baru saja ditabrak oleh kereta.

Berjumpa dengan Tachibana Naoto di masa lalu

Bersamaan dengan itu, petugas stasiun menyampaikan bahwa ada seseorang yang sudah menolong Takemichi sehingga nyawanya berhasil selamat. Ketika sang penyelamat muncul dan memperkenalkan diri, betapa terkejutnya Takemichi saat mengetahui bahwa orang itu adalah Naoto. Saat itu pula Naoto menjelaskan bahwa Takemichi telah melakukan perjalanan waktu ke masa lalu sehingga dirinya berhasil selamat dari kematian.

Di masa kini, Naoto berprofesi sebagai anggota kepolisian. Namun, sayangnya nyawa Hinata masih tetap tak terselamatkan. Oleh karena itu, Naoto mengajak Takemichi untuk bekerja sama dengannya demi menyelamatkan Hinata.

Setelah meneliti kekuatan Takemichi yang mampu melintasi waktu, Naoto meminta Takemichi untuk kembali ke masa lalu dan menjalankan misi tertentu.

Kematian Hinata disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi akibat perseteruan geng Tokyo Manji. Naoto sudah menyelidiki banyak hal tentang geng kriminal itu. Oleh sebab itulah Naoto meminta Takemichi kembali ke masa lalu dan mencegah pertemuan antara Sano Manjiro dan Kisaki Tetta, kedua pemimpin geng tersebut.

Berjumpa dengan Tachibana Naoto di masa kini

Perubahan Misi

Selama berada di masa lalu, banyak hal yang dialami oleh Takemichi. Salah satunya adalah pertemuannya dengan Sano Manjiro atau yang lebih akrab disapa Mikey, dan Ryuguji Ken yang dikenal dengan nama Draken. Pertemuan itu terjadi tanpa disengaja saat Takemichi kembali terlibat dalam pertarungan melawan Kiyomasa.

Mikey dan Draken

Mikey dan Draken tiba saat Takemichi sudah babak belur dihajar Kiyomasa. Saat itu mereka berdua menjabat sebagai ketua dan wakil ketua geng Tokyo Manji. Mikey sendiri jadi tertarik dengan Takemichi dan mengajaknya berteman. Bahkan Mikey memanggil Takemichi dengan sebutan “Takemicchi”, sama seperti dirinya memanggil Draken dengan sebutan “Kenchin”.

Sejak saat itu, Takemichi jadi berteman akrab dengan mereka, bahkan seringkali diajak dalam momen-momen penting geng Tokyo Manji. Keakraban itu membuat Takemichi berpandangan bahwa Mikey bukanlah orang jahat.

Namun, Takemichi dan Naoto penasaran, mengapa di masa depan Tokyo Manji berubah menjadi geng kriminal. Ketika kembali ke masa depan, Takemichi mengajak Naoto untuk menjumpai Mikey.

Awalnya Naoto ragu karena keberadaan Mikey dan Kisaki tak pernah diketahui. Saat Naoto menyelidiki sekali lagi tentang geng Tokyo Manji, dia menemukan data bahwa ada salah satu kelab malam yang dikelola oleh salah satu bawahan Kisaki. Takemichi terkejut ketika mengetahui bahwa sang pemilik kelab itu adalah Akkun, sahabatnya semasa SMP.

Akkun di masa lalu (atas) dan masa kini (bawah)

Ketika berjumpa dengan Akkun, Takemichi sempat kaget karena penampilannya sangat jauh berbeda. Saat mereka berbicara empat mata di atap kelab, lagi-lagi Takemichi dibuat terkejut oleh fakta bahwa Akkunlah orang yang mendorongnya saat di peron kereta.

Selain itu, Akkun juga memberi tahu bahwa geng Tokyo Manji berubah karena kematian Draken. Semenjak Draken mati, Mikey seperti kehilangan jiwanya.

Takemichi masih berusaha untuk menyangkal kenyataan. Namun dengan tampang ketakutan dan putus asa, Akkun malah memilih bunuh diri dengan melompat dari atap kelab.

Sebelum melompat, Akkun sempat berpesan kepada Takemichi untuk menyelamatkan semuanya. Sejak saat itu, Takemichi memutuskan kembali ke masa lalu bukan hanya untuk menyelamatkan Hinata, tetapi juga Akkun, Draken, Mikey, dan geng Tokyo Manji.

Menyelamatkan Draken

Di perjalanan waktu berikutnya, misi Takemichi adalah mencegah kematian Draken. Menurut Naoto, pada waktu itu sempat terjadi perseteruan internal di dalam geng Tokyo Manji. Perseteruan tersebut menyebabkan para anggota terpecah menjadi dua, yaitu kubu Mikey dan kubu Draken.

Namun, perseteruan itu berhasil diatasi oleh Takemichi. Meski hanya sekadar hal konyol, tetapi ternyata mampu membuat Mikey dan Draken berdamai.

Sayangnya ada pihak yang tidak menyukai perdamaian di antara mereka dan berusaha menghancurkan Tokyo Manji dari dalam. Pihak musuh memanfaatkan situasi tersebut dan berusaha mengadu domba mereka.

Tokyo Manji berseteru dengan geng motor Moebius. Sementara itu, Takemichi mendapat informasi dari Naoto bahwa Draken akan mati di tengah perseteruan dengan Moebius tersebut.

Takemichi bersusah payah menggendong Draken

Takemichi mati-matian berusaha mengamati gerak-gerik Draken, tetapi dia tetap saja kecolongan. Draken ditusuk oleh Kiyomasa. Akan tetapi nyawanya berhasil diselamatkan berkat pertolongan dari keempat sahabat Takemichi yang konyol. Selain itu Hinata dan Emma (adik Mikey) juga sempat memanggil mobil ambulans untuk membawa Draken ke rumah sakit.

Misi Utama

Draken selamat. Takemichi kembali ke masa depan dengan harapan Hinata dan Akkun juga selamat. Benar saja, Naoto menelepon Takemichi dan mengajaknya untuk menemui Hinata.

Perasaan Takemichi bercampur aduk. Saat bertemu lagi dengan Hinata, lagi-lagi Takemichi menangis. Dia tidak menyangka bahwa masa depan berhasil diubahnya.

Namun, semua itu tidak bertahan lama. Hinata tetap saja menemui ajalnya. Kali ini Takemichi menyaksikan sendiri secara langsung bagaimana Hinata ditabrak dari belakang saat berada di dalam mobil.

Kematian Hinata yang kedua

“Aku pasti akan menyelamatkanmu! Meski terus-menerus gagal, aku akan mencobanya berulang kali! Sebelum kusampai pada masa depan yang mana dirimu terselamatkan, aku pasti takkan menyerah!” (Hanagaki Takemichi, eps. 13)

Demikian sumpah Takemichi kepada Hinata. Dia berjanji akan terus kembali ke masa lalu demi menyelamatkan Hinata dan yang lainnya di masa depan.

Penutup

Jumlah episode anime Tokyo Revengers masih belum diketahui. Manga-nya sendiri masih berstatus on going. Seperti pada cerita-cerita bergenre shonen lainnya, Tokyo Revengers pun mengangkat tokoh utama yang lemah tetapi memiliki tekad dan semangat juang yang tinggi.

Takemichi itu lemah, bahkan terkesan cengeng karena gampang menangis. Akan tetapi, dia tidak mudah menyerah. Meski dipukul dan terjatuh berkali-kali, dia akan selalu bangkit lagi dan lagi.

Tokyo Revengers banyak mengandung adegan kekerasan dan berdarah-darah sehingga tidak cocok untuk anak berusia di bawah 13 tahun. Sushi sarankan kamu untuk mendampingi adik, keponakan, atau saudaramu saat sedang menontonnya.

Buat kamu yang berjiwa sangar dan hobi gelud tapi tetap punya sisi romantis, Sushi sangat merekomendasikan untuk menonton anime ini. Semoga semakin banyak yang menonton Tokyo Revengers dan merasa terhibur. Untuk selanjutnya Sushi akan membahas anime ini per episodenya setiap minggu.
Jangan lupa aktifkan notifikasi kamu, agar tidak ketinggalan update dari Gisela Maria dan sushi.id. Akhir kata, selamat menantikan anime Tokyo Revengers episode selanjutnya. Egao wasurenaide ne *) 😊

*) Egao wasurenaide ne : Jangan lupa tersenyum, ya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

Written by Mika

Writing, reading, Japan enthusiast

Spoiler Loki Episode 5: Lika Liku Loki-Loki

nonton masterchef indonesia s8

MasterChef Indonesia S8: Galeri Makin Panas