Review Serial Loki: Kemunculan ‘Dewa Waktu’ dalam Jagad Semesta Marvel

Mengungkap perjalanan Loki, setelah ia membuka realitas baru di Endgame

Penantian panjang dari fans dan juga fandom dari Marvel Cinematic Universe, sepertinya terbayarkan dengan hadirnya serial Loki di awal bulan Juni. Pasalnya, para fans dibuat menunggu hingga kurang lebih satu bulan, untuk mengetahui petualangan berikutnya dari salah satu anti-hero Marvel ini.

Hal ini tentunya semakin menambah rasa penasaran pembaca Sushi juga kan? Yup! Sushi juga penasaran banget loh, kira-kira kejadian apa saja sih yang bakal terjadi pada Loki setelah mencuri Tesseract? langsung saja kita bedah episode pertama dari Loki, persembahan dari Marvel Cinematic Universe!

Cerita yang Lepas dari Komik

Adegan pembukaan diawali dari salah satu peristiwa dalam film Avengers: Endgame, dimana Loki (Tom Hiddleston) kembali mencuri Tesseract dan kabur dari sergapan S.H.I.E.L.D dan juga anggota Avengers. Hal ini tidak hanya menjadi kunci lahirnya serial ini, melainkan sekaligur ‘PR’ baru bagi MCU untuk ikut andil dalam memperbaiki jalan cerita Saga besar mereka.

Seperti yang Sushi pahami, bahwa kamu dan para fandom MCU lain pastinya amat cerdas dan didukung oleh teori-teori liar, tentunya memiliki jalan pikiran yang terarah pada beberapa pertanyaan seperti ini:

  • Kemana kah Loki pergi?
  • Jika menurut Ancient One, dengan mengambil Infinity Stones dari realitasnya tentu akan menyebabkan terbentuknya lubang timeline. Lalu, bagaimana ini bisa diatasi?
  • Apa efek dari kekacauan timeline yang Loki buat ini?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, nantinya akan kamu temukan dalam serial ini. Loki dianggap sebagai plot divice untuk membuka jalur Multiverse—selain dari kekuatan Scarlet Witch, dan serial Loki akan menjadi ‘jembatan’ penting bagi film terdekat MCU kedepannya.

So, kamu dan Sushi pasti akan semakin penasaran dan berusaha menyatukan selera, demi menjawab rasa penasaran kita semua!

Loki Laufeyson, Membuka Timeline Baru

Bagi pembaca yang masih awam dengan nama belakang Loki, Sushi akan sedikit menjelaskan tentang asal usulnya. Loki adalah anak dari raksasa es Jotunheim bernama Loufey, itulah sebabnya masa kecil loki memiliki kulit berwarna biru dan memiliki nama ‘Loufeyson’.

Masa lalu ini bisa pembaca Sushi ikuti dalam versi komik dan film Thor pertama. Keunikan Loki yang mungkin akan digali adalah wujud Loki yang memiliki sebutan ‘Kid Loki’, atau bentuk reinkarnasinya yang dijuluki ‘Lady Loki’. Itu lah sebabnya, Loki memiliki gender yang disebut dengan istilah fluid.

Dengan adanya serial ini, kemungkinan Loki akan bertemu dengan wujud-wujudnya yang lain, seperti yang dikatakan oleh Agent Mobius. Dan dari episode pertama menyebutkan, misi pertama Loki adalah membantu TVA untuk menangkap dirinya sendiri. Nah loh, jadi ada berapa Loki dalam realitas ini?

Time-Keeper Sang Dewa Waktu

Bagi Sushi, hal yang sangat menarik dari Loki adalah adanya organisasi bernama TVA (Time Variance Authority) yang berada dalam naungan dari entitas bernama The Time-Keeper. Bila melihat dari visualisasinya, Sushi kagum dengan organisasi TVA. Bahkan, Sushi langsung teringat pada Auror dan Ministry of Magic dalam film-film Harry Potter.

Bila Ministry of Magic bertugas untuk memberikan kontrol pada perilaku Penyihir di dunia Muggle (Manusia), Time Variance Authority terbentuk agar keseimbangan garis waktu dalam realitas utama bisa terjaga.

TVA membuat Sushi kagum dengan visinya. Dari organisasi tersebut, Sushi jadi tahu bahwa tidak semua tindakan time travel adalah kegiatan yang mengasyikan, dan tidak semua orang bisa mengubah keadaan yang terjadi di masa lalu. Hal tersebut diberlakukan, tidak lain agar kejadian di luar takdir yang semestinya tidak pernah terjadi malah mengacaukan garis waktu.

Organisasi TVA sudah muncul dalam komik Thor issue 372. Bukan berada dalam sebuah planet, melainkan berdiri dalam null-timezone; yang artinya berada di luar timeline segala semesta. Jadi bila ingin mengambil kesimpulan, TVA dan Time-Keeper adalah sosok sang ‘Waktu’ yang memiliki wujud.

Infinity Stone yang Tidak Berfungsi

Di dalam filmnya, digambarkan bahwa batu-batu keabadian itu tidak bekerja dalam naungan TVA dan Time-Keeper. Alasannya tidak lain juga karena TVA berada di luar timeline segala semesta. Batu-batu itu hanya akan bekerja, dimana garis waktu asal benda itu didapatkan.

Cukup menyesakkan ketika Infinity Stones yang memiliki kekuatan maha dahsyat tersebut, terlihat menggeletak begitu saja di kotak milik Casey (the receptionist)—bahkan hampir seperti batu coral warna warni yang ada di akuarium. Tidak hanya batu-batu tersebut, kekuatan Loki pun juga tidak bekerja di sini.

Sedikit informasi untukmu, beberapa hal tentang tidak berfungsinya Infinity Stones tersebut ternyata diadaptasi dari komik Infinity Wars issue 5, yang juga menunjukkan dialog Loki yang menjatuhkan batu-batu tersebut. Tidak bisa digunakan bukan berarti tidak memiliki kekuatan, jika batu itu dibawa kembali dalam realitas asalnya, maka kekuatannya akan kembali seperti semula.

Jadi, untuk kamu yang sudah menonton; tenang saja, pengorbanan Gamora, Natasha Romanoff dan Tony Stark tetap menjadi momen bersejarah tentang betapa berpengaruhnya Infinity Stones dalam garis waktu utama.

Penutup

Bagaimana tanggapan kamu soal serial Loki yang baru saja tayang ini? Cukup seru dan menambah list nonton kamu kan pastinya!

Kira-kira seperti apakah keseruan dari episode 2 dan seterusnya? Kamu bisa tetap update dan menyaksikannya dalam layanan streaming online hanya di Disney+ hotstar pada hari Rabu setiap minggunya. Semoga penjabaran Sushi bisa membantu kamu menemukan sisi lain dari film ini, dan semakin menggugah minat nontonmu.

Jangan lupa klik di sini, agar kamu tetap update dan mendapatkan notifikasi artikel Vian Everdeen dari sushi.id!

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

Written by Vian Everdeen

"In a given space, only the Witch who cast the runes, can use her magic." ~Wanda Maximoff

nonton denmark vs finlandia gratis

Euro 2020: Jelang Laga Denmark vs Finlandia

euro 2020 belgia vs rusia 2

Euro 2020: Lukaku Cetak Rekor, Belgia Bungkam Rusia 3-0