Review The Pirates The Last Royal Treasure (2022)

Petualangan Mencari Harta Karun Para Bajak Laut

review the pirates the last royal treasure

Satu lagi film terbaru Korea Selatan yang dirilis awal bulan Maret dengan tema treasure hunt. Untuk perilisan di Indonesia, film ini tidak dirilis di bioskop melainkan melalui Netflix.

Kali ini, Korea melanjutkan film action  dan film petualangan bertema bajak laut mereka. Film ini merupakan sekuel dari The Pirates, film yang dirilis tahun 2014, yang disutradarai Lee Suk Hoon.

The Pirates The Last Royal Treasure ini disutradarai oleh Kim Jung-hoon dan tidak berhubungan secara cerita dengan film pertamanya. Keduanya sama-sama produksi Lotte Entertainment.

Jajaran pemain film ini pun tidak sama dengan film pertamanya. Semua pemain diganti tapi sama-sama memiliki status pemain bintang.

Berikut adalah review The Pirates The Last Royal Treasure yang sudah bisa kamu tonton untuk pilihan hiburan minggu ini.

Sinopsis The Pirates The Last Royal Treasure

5 hal menarik the pirates the last royal treasure gambar 5

Zaman dahulu kala, seorang jenderal menjarah harta karun Kerajaan Goryoe dalam jumlah besar dan menyembunyikannya di suatu tempat. Legenda itu terus hidup ratusan tahun kemudian.

Pemimpin grup bandit, Woo Moo-Chi (Kang Ha-Neul), melarikan diri dengan anak buahnya karena telah menistakan sebuah kuil suci. Saat terkatung-katung di laut, ia diselamatkan sekelompok bajak laut.

Moo-chi, dengan tangan kanannya Kang-Seob (Kim Sung-Oh) dan anak buah mereka terpaksa tinggal di kapal bajak laut itu. Kapten kapal para bajak laut itu adalah Hae-Rang (Han Hyo-Joo).

Awak kapal di bawah kepemimpinannya adalah Mak-Yi (Lee Kwang-Soo), So-Nyeo (Chae Soo-Bin), Han-Goong (EXO’s Sehun) dan Akwi (Park Ji-Hwan). Mereka rutin merampok kapal-kapal yang berpapasan.

Lucunya, barang yang mereka incar selama ini hanyalah makanan dan daging. Sampai mereka merampok sebuah kapal yang ternyata sedang berlayar memburu harta karun Kerajaan Goryeo.

Baca juga:  Film Fatherhood Menampilkan Ketangguhan Mengurus Anak ala Kevin Hart

Petualangan pun dimulai. Peta harta karun yang dibutuhkan untuk menemukan harta tersebut berhasil mereka dapatkan.

Seperti biasa, pihak lawan juga sama-sama sedang berburu harta tersebut. Sekelompok prajurit yang dipimpin oleh Bu Heung-Soo (Kwon Sang-Woo) juga memiliki informasi yang sama.

Adu kecepatan dan kejar-kejaran pun berlangsung. Apakah legenda harta karun itu benar adanya? Di mana sebenarnya harta karun itu disembunyikan?

 

Perburuan Harta Karun Berbalut Komedi

review the pirates the last royal treasure

Menggunakan formula paten kisah perburuan harta karun para bajak laut, TPTLRT juga menggunakan plot yang sama. Legenda harta karun di tempat yang tersembunyi dan diburu berbagai pihak.

Berhasil atau tidaknya mereka menemukan harta karun tersebut berada di tangan mereka sendiri. Kadang, ketamakan dan keinginan menguasai harta bisa mengalahkan sisi kemanusiaan.

Film ini pada dasarnya mengutamakan elemen komedi sebagai dasar ceritanya. Kedua kelompok bandit dan bajak laut yang bersatu di atas kapal itu seringkali bentrok dan berkelahi.

Sayang, naskah yang ditulis tidak begitu matang sehingga hubungan kedua kelompok ini tidak dieksplor secara mendalam. Chemistry yang dibangun terasa tanggung.

Padahal, jika digarap lebih dalam, premisnya berpotensi menciptakan hubungan yang hangat dan menarik antara para karakter. Tapi secara keseluruhan, film ini gagal melibatkan emosi penonton.

Memang, beberapa adegan dan dialog terasa sekali unsur komedinya dan lucu. Namun, sebagian besar terasa dipaksakan dan terlalu berlebihan.

Mau tidak mau sekuel ini dibandingkan dengan film The Pirates 2014, yang dibintangi Son Ye-jin dan Kim Nam-gil. Berbeda dengan The Pirates yang lucu dan seru, sekuel ini tidak berhasil menyamainya.

Special Effect dan CGI yang Semakin Canggih

review the pirates the last royal treasure

Sebuah kapal bajak laut tentunya sebagian besar akan bersetting di lautan luas. Selain itu, di sini juga terdapat beberapa tempat selain lautan, seperti pulau-pulau dan gunung berapi.

Special effect yang digunakan di film ini sudah cukup bagus dan terlihat meyakinkan, walau tidak sempurna. CGI banyak digunakan, terutama saat adegan pasukan penguin yang kocak di sebuah kapal.

Special effect dan CGI juga banyak berperan di beberapa adegan besar seperti menciptakan palung laut, meletusnya gunung berapi, perjalanan melalui dasar laut, dan saat kapal diterjang tsunami.

Baca juga:  Bebas Nonton La La Land di CATCHPLAY+ 10 Film Gratis Lainnya

Selebihnya, desain produksi membangun set beberapa kapal yang cukup detil dan adegan pertarungannya juga memiliki koreografi yang lumayan seru.

Dari aspek teknis dan penggunaan special effect/CGI, teknologi Korea Selatan semakin maju. Kekurangannya hanya sedikit di desain kostum yang tampak terlalu ‘bersih’ untuk ukuran bajak laut.

Namun, mungkin hal itu memang disengaja. Warna-warna cerah dan meriah kostumnya ditujukan untuk memperkuat unsur komikal dan komedi para karakter yang berinteraksi.

 

Dibintangi Sederet Pemain Bintang

review the pirates the last royal treasure

Serupa dengan film pertamanya, The Pirates The Last Royal Treasure ini juga memiliki jajaran pemeran dengan status bintang. Pemeran utamanya juga sama, kapten bajak laut perempuan.

Kali ini, aktris Han Hyo-joo menggantikan posisi aktris Son Ye-jin dan aktor Kang Ha-neul menggantikan posisi Kim Nam-gil sebagai pemeran utama laki-laki.

Bintang reality show terkenal Lee Kwang-soo juga hadir untuk menunjukkan spesialisasi akting komedinya dan aktor Kwon Sang-woo tampil lumayan karismatik sebagai tokoh antagonis.

Selain itu, sebagai pemanis, ada juga anggota dari KPop band EXO, Sehun. Walau di sini ia nyaris tidak punya dialog, Sehun digambarkan sebagai jago panah yang sangat setia dengan sang kapten kapal.

Aktor-aktor pendukung lain juga merupakan wajah-wajah yang tidak asing. Aktor watak senior Park Ji-hwan dan Kim Sung-oh juga ikut mendukung kedua kelompok bandit dan bajak laut ini.

 

Eksekusi Terburu-Buru dan Naskah yang Tidak Rapi

review the pirates the last royal treasure

TPTLRT memiliki beberapa kekurangan yang sebenarnya cukup mengganggu. Kekurangan utamanya adalah dari segi kematangan naskah.

Jika saja film ini merupakan film indie berbujet kecil, kekurangan ini bisa diterima. Bahkan, mungkin malah patut diapresiasi dari segi usahanya.

Namun, dengan bujet besar dan sederet pemain bintang, semua gagal mendongkrak kualitas film ini. Tim produksi menyia-nyiakan cast yang bagus dengan naskah setengah matang.

Selain latar para karakternya yang minim sekali dibangun, jalan ceritanya juga terasa melompat-lompat. Beberapa kali perubahan sikap karakter terjadi begitu saja tanpa ditunjukkan prosesnya.

Baca juga:  Review Film Wedding Proposal: Kisah Inspiratif Menghadapi Arogansi sekaligus Perjodohan

Hal ini mempengaruhi terbangunnya ikatan emosi dan perhatian penonton. Semuanya terjadi serba cepat tanpa adanya ikatan emosi.

Nilai-nilai persahabatan, kesetiaan dan kekompakan yang seharusnya terasa kental dalam film-film bertema seperti ini jadi hilang sama sekali. Hubungan antara para karakter tidak terasa meyakinkan.

Jalinan asmara yang diadakan antara sang kapten dan sang kepala bandit tidak berhasil memberikan hiburan khusus karena chemistry antara Han Hyo-joo dan Kang Ha-neul terlalu tipis.

Walau jajaran pemain semuanya telah berusaha sebaik mungkin, hal itu tidak banyak menolong. Lee Kwang-soo yang dipasang sebagai senjata utama komedi film juga gagal tampil maksimal.

 

Penutup

Secara keseluruhan, The Pirates The Last Royal Treasure adalah film yang cukup menghibur tanpa perlu berpikir dan tanpa memberikan kesan mendalam. Adegan-adegan aksinya tetap seru dan menegangkan.

Film ini memiliki aura yang serupa dengan franchise Pirates of the Caribbean dan Indiana Jones yang sama-sama mengusung tema perburuan harta karun dan legenda-legenda kuno.

Di Korea Selatan sendiri, film ini cukup sukses. TPTLRT yang dirilis per tanggal 26 Januari di bioskop-bioskop Korea berhasil menduduki posisi satu box office Korea di bulan Februari.

Film ini berhasil meraih jumlah 1.31 juta penonton dan memperoleh penghasilan sebesar US$10.29 juta.  million. Kini, film ini sudah diputar di platform streaming Netflix. Buat yang belum daftar, yuk, berlangganan Netflix.

Selamat menonton, gengs!

 

 

 

 

Review The Pirates: The Last Royal Treasure (2022)
  • Cerita
  • Sinematografi
  • Menghibur
  • Acting
  • Scoring
3.3

Kesimpulan

Secara keseluruhan, The Pirates The Last Royal Treasure adalah film yang cukup menghibur tanpa perlu berpikir dan tanpa memberikan kesan mendalam. Adegan-adegan aksinya tetap seru dan menegangkan.

Film ini memiliki aura yang serupa dengan franchise Pirates of the Caribbean dan Indiana Jones yang sama-sama mengusung tema perburuan harta karun dan legenda-legenda kuno.

Comments

Leave a Reply

Loading…

Written by Naila Fauzia

film agen rahasia

7 Film Agen Rahasia Penuh Intrik Terbaik Sepanjang Masa

film tentang agen intelijen rusia

8 Film Tentang Agen Intelijen Rusia Terbaik