Spoiler Loki Episode 3: Cinta Sebuah Belati di Lamentis

Mengungkap sisi lain Loki Laufeyson sebagai genderfluid dalam sejarah Nordik

“Cinta seperti belati–senjata yang bisa digunakan jarak jauh maupun dekat. Kau bisa percaya padanya, belati itu indah; hingga membuatmu berdarah. Namun pada saat kau meraihnya, itu tidak nyata.” ~Loki to Sylvie.

Hai semuanya, episode ke tiga dari serial Loki sudah tersedia buat kamu di layanan streaming online Disney+ Hotstar!

Bagi kamu yang sudah menonton episode ke tiga ini, mungkin jadi semakin penasaran dengan kelanjutan dari Loki dan Varian yang telah kita ketahui bernama Sylvie. Yap! Sylvie Laufeydottir yang sempat Sushi cantumkan untukmu di episode ke dua yang tayang beberapa hari lalu.

Kali ini, Loki dan Sylvie terpaksa saling bertarung demi mempertahankan posisi masing-masing di hadapan Time Variance Authority (TVA). Di tengah pertarungan sengit tersebut, Loki tak sengaja membawa mereka berdua ke planet Lamentis.

Kira-kira, kerjadian apakah yang akan dihadapi oleh Loki dan Sylvie di planet Lamentis?

Two God of Mischief

Loki dan Sylvie adalah dua pribadi dalam satu peran kehidupan, namun memiliki kisah yang amat berbeda satu sama lain. Setelah Loki mengikuti langkah Sylvie, ia tidak menyangka Sylvie langsung menuju ke TVA—dimana kondisi saat itu, TVA sedang gempar karena alat pe-reset yang dikendalikan Sylvie menyebabkan kekacauan garis waktu.

Sylvie yang bertekad untuk menyerang The Time Keeper di TVA, akhirnya bertarung sengit dengan Loki. Namun, Sushi melihat beberapa kejanggalan dari langkah Sylvie; Sushi merasa, Sylvie sangat hebat dengan mampu menembus berbagai garis waktu, tetapi ia sama sekali tidak mengenal hukum energy yang tidak berguna saat berada di TVA.

Buktinya? Ketika ia mencoba untuk melakukan serangan kepada salah satu Hunter, ia baru menyadari bahwa sihirnya tidak mempan di semesta ini.

Sylvie adalah Karakter yang Realistis

Yang membuat Sushi begitu kagum dengan sosok Sylvie Lufeydottir ini, karena Sylvie adalah karakter yang sangat realistis. Saat dia sampai di dalam gedung TVA, Sushi sempat berpikir ‘wah, pasti dia mau mengeluarkan senjata hebat dari jubahnya’ dan ternyata? Sylvie mengeluarkan karet dan mengikat rambutnya sebelum bertarung! Hahaha.

Ini adalah hal yang baru dua kali ini Sushi temui dalam film superhero. Yang pertama, adalah adegan dari Black Canary di Film Harley Quinn: Birds of Prey, dan yang kedua pada Sylvie sendiri. Jujur saja, bertarung dengan rambut panjang dan tipikal rambut seperti itu akan sangat mengganggu pandangan mata.

Lalu saat bertarung di kereta, Sylvie sempat terlihat menggunakan headpiece-nya untuk menyerang petugas. Cukup cerdik bagi petarung seperti dia, menggunakan bagian dari atribut sebagai ‘senjata’ untuk menyerang. Apalagi headpiece-nya berukuran sedikit kecil dibanding milik Loki, tentu akan sangat gesit bila digunakan bertarung.

Tidak Ada Enchantress dalam Kisah Ini

Seperti yang Sushi sempat bahas di episode ke dua, Sushi tidak berani menjanjikan atau memastikan bahwa Sylvie Laufeydottir adalah karakter Enchantress dalam jagad sinema Marvel Cinematic Universe. Tetapi, bila menyebutnya dengan istilah sementara sebagai Lady Loki, mungkin Sushi akan lebih setuju.

Pasalnya, berdasarkan keterangan dari Sophia Di Martino, ia menyebutkan bahwa Sylvie bukanlah Lady Loki. Sebagai aktris yang terlibat dalam salah satu keluarga dari MCU, tentunya Sophia terikat perjanjian yang menyebutkan agar tidak terlalu spoiler kepada para penggemar.

Dari sana, Sushi mengambil kesimpulan, bahwa bisa saja Sophia hanya sedang professional pada karirnya dan ia membiarkan penonton menilai sendiri siapakah Sylvie Laufeydottir sebenarnya—plus, agar penonton tidak kecewa dengan akhir serial loki, karena termakan teori-teori liar yang mengacaukan ekspektasi mereka.

Loki Bergender Fluid

Tidak sedikit penggemar yang sedikit kecewa, setelah mendengar statement dari Loki saat ditanya oleh Sylvie, tentang status hubungan yang dimiliki oleh Loki.

“Pasti akan… mengencani… seorang putri atau mungkin pangeran,” kata Sylvie, sambil memainkan satu alisnya.

Sebelumnya, gender Loki sempat dipertanyakan setelah Marvel Studios merilis video promo, yang menuliskan bahwa gender Loki tertulis ‘Fluid’ atau yang berarti ‘tidak spesifik’ bergender laki-laki atau perempuan.

Sesuai dengan mitologi Nordik, sejarah dari gender fluid Loki ini bukanlah hal umum. Sleipnir—kuda yang ditunggangi Odin adalah anak dari Loki saat beralih rupa menjadi kuda betina. Bahkan Hela, yang diceritakan dalam MCU sebagai kakak tertua Loki dalam keluarga Odin, sebenarnya diadaptasi dari Hel—anak Loki yang digambarkan sebagai seorang perempuan cantik yang tubuhnya setengah mayat dan setengah manusia.

Kisah Ragnarok yang digambarkan sebagai kiamat bagi Asgard, juga diadaptasi dari legenda Ragnarok dalam Nordik. Diceritakan bahwa Hel dan Loki berlayar ke Asgard dengan pasukan orang-orang mati.

TVA dan Segala Kebohongannya

Dalam percakapan Sylvie dan Loki, kita sama-sama dibuat kaget oleh pernyataan Sylvie tentang sebuah kebenaran di TVA. Yep! Ternyata, orang-orang yang berada di TVA bukanlah diciptakan oleh The Time Keeper—melainkan dulunya mereka adalah Varian yang juga ditangkap oleh anggota TVA itu sendiri.

Informasi ini secara tidak langsung Sylvie dapatkan, dari seorang Hunter TVA yang ia sandera. Gadis itu dulunya adalah seorang penyuka minuman Margarita, dan memiliki kenangan bersama sahabatnya dalam sesi tebak menebak (yang diambil perannya oleh Sylvie dalam memori tersebut).

Hal ini menambah penasaran dari penonton, tentang sistem yang berjalan di TVA. Bahkan, ketika satu hal belum tuntas, belum lama ini nampak sebuah video dari salah satu akun Instagram @heroichollywood yang menyebutkan bahwa TVA terhubung dalam dunia Quantum Realm. Videonya adalah sebagai berikut:

Jika memang benar dan teori ini adalah salah satu clue yang terhubung—Itulah mengapa di dalam Quantum Realm terlihat nampak seperti sebuah kota yang amat kecil di sana. Jadi, apakah istri dari Hank Pym juga selama ini sempat masuk ke dalam TVA?

Ingatlah, Loki adalah Penyihir

Dalam episode 3, banyak hal yang sebenarnya bisa digali dan nggak ‘cuman gitu doang, kurang rame’. Seperti salah satu adegan ini misalnya; Banyak yang terheran-heran dengan adegan Loki yang menggunakan kemampuan telekinetis pada sebuah gedung roboh di episode ini, bahkan tak jarang yang mengaitkannya dengan Loki yang mencuri time stone dari kotak milik Casey.

Sushi be like:

Gaes, mungkin kalian lupa kalau Loki juga adalah penyihir—sama seperti Wanda Maximoff dan Stephen Strange. So, iya, dia bisa menggunakan telekinetis—bukan menggunakan time stone. Dan hal yang wajar bila Loki sering menggunakan magic bolt-nya yang berwarna hijau untuk menyerang para petugas.

Lagipula, kita sama-sama tidak tahu bagaimana cara kerja batu-batu abadi itu di semesta TVA ini—dan nasib terakhir time stone sejauh ini sudah kembali di tangan Ancient One pada tahun 2012. Adanya serial Loki, memang untuk mengeksplor kekuatan dan kehidupan Loki yang jarang kita ketahui. Jadi, segala hal magis yang dilakukannya adalah murni dari kekuatan Loki dalam dibimbing oleh Friga—ibunya yang juga dibesarkan oleh Penyihir.

Penutup

Nah, menurut kamu, episode 3 ini jadi menarik kan setelah membaca apa yang Sushi jabarkan?

Dalam setiap episode, walaupun mungkin easter egg yang diberikan cukup sedikit, tetapi Sushi mampu menemukan sisi lain yang mungkin tidak tergali olehmu dan Sushi bisa bantu jabarkan. Semoga dengan artikel episode 3 ini, kamu semakin tidak sabar untuk mengikuti kelanjutan serialnya dalam episode 4 ya!

Jangan lupa klik di sini, agar kamu tetap update dan mendapatkan notifikasi artikel dari sushi.id!

Comments

Tinggalkan Balasan

Loading…

Written by Vian Everdeen

"In a given space, only the Witch who cast the runes, can use her magic." ~Wanda Maximoff

tim dinamit denmark ledakan wales

Dahsyatnya Tim Dinamit Denmark Ledakkan Pertahanan Wales di Euro 2020

nonton euro 2020 belanda vs ceko live streaming

Euro 2020: Jelang Laga Belanda vs Ceko