Spoiler Film Luca: Impian Sederhana dalam Petualangan Luar Biasa

Ketika keinginan sederhanamu akhirnya terwujud

Pixar Animation Studios dan Walt Disney Studios, adalah dua studio animasi besar yang kita ketahui, memiliki kualitas film yang selalu memanjakan mata. Dalam karya terbarunya, dua studio ini menyatukan energi dan berhasil menyuguhkan Luca sebagai film kolaborasi yang layak kamu tunggu!

Film yang berlatar di Italian Riviera pada tahun 1950-an ini, sangat fresh dan sarat makna bagi kamu yang bingung mencari film keluarga di masa PPKM yang sedang berlangsung.

Apa itu PPKM? Pernah Perhatian Kemudian Mencampakkan. #eh

*lalu bernyanyi “Luca, luca, luca yang ku rasakan….”

Oke, Sushi, kembali ke fokus!

Film bergenre komedi/petualangan ini, dibintangi oleh aktor cilik yang kini sudah beranjak remaja, yaitu Jacob Tremblay (Room, Wonder) yang berperan sebagai pengisi suara karakter Luca Paguro—monster laut kecil yang memiliki keinginan sederhana, untuk dapat hidup di darat bersama manusia.

Bersama Alberto Scorfano (Jack Dylan Grazer—IT, Shazam) dan Giulia Marcovaldo (Emma Berman), ketiganya merajut mimpi itu bersama dan menjalin sebuah persahabatan bernama “The Losers” demi bisa mengikuti ajang perlombaan di kota Portorosso.

Mampukah mereka melewati ujian persahabatan itu?

Akankah impian Luca dan Alberto menjadi kenyataan?

Kota Fiksi yang Rupawan

Portorosso bukanlah nama kota sebenarnya di Italia. Kota kecil di pinggir pantai Riviera ini terinspirasi dari kota Genoa, yang menjadi tempat bermain Enrico Casarosa dan Alberto—sahabat masa kecilnya di sana.

Enrico mengatakan bahwa Luca adalah penggambaran dirinya saat masih anak-anak. Dulu, ia adalah anak yang sangat introvert dan hidup dalam bayang-bayang stigma bahwa ‘dunia luar begitu berbahaya’—hingga suatu hari Enrico bertemu Alberto, hidupnya jadi lebih berwarna dan dapat melihat sisi lain kota Genoa yang begitu indah.

Baca juga:  5 Film Fantasi Terbaik Paling Rekomendasi untuk Menghilangkan Stres

Ketika didapuk menjadi sutradara dari film Luca, tentu Enrico sangat gembira. Ia merasa terfasilitasi dan akhirnya mampu merealisasikan bagaimana pengalamannya di masa kecil ke dalam film animasi. Dan film Luca adalah debut pertamanya sebagai sutradara yang membuat film animasi berdurasi panjang.

Dedikasi untuk Ennio Morricone

Ennio Morricone adalah salah satu musisi legendaris asal Italia yang sering ditunjuk sebagai komposer film. Ia telah menggarap musik pengiring dengan total kurang lebih untuk 500 judul film.

Casarosa mulanya ingin mengajak Ennio Morricone untuk menjadi komposer film Luca, namun sayangnya, sebelum semuanya dapat terwujud—Morricone dikabarkan meninggal pada bulan Juli 2020. Maka dari itu, Casarosa mendedikasikan film Luca untuk mengenang Ennio Morricone.

Kisah Inspiratif yang Sarat Makna

Dalam hidup ini, kamu pasti pernah mengalami seperti yang Luca rasakan; menjadi anak rumahan, menghadapi orang tua yang protektif, dan akhirnya menemukan makna hidup juga keindahan dunia luar dari sahabat-sahabat yang selalu setia padamu.

Luca dan Alberto, seakan mengerti dilema yang dialami oleh anak seumuran mereka. Keduanya lahir dari dua kisah hidup yang bertolak belakang. Stigma masyarakat dan kekejaman warga Portorosso yang kerap terlihat memburu monster laut, membuat orang tua Luca begitu protektif.

Berbeda dengan Alberto, dia sebatang kara dan menghidupi dirinya sendiri. Ketika ia menemukan Luca di dasar perairan, Alberto merasa semangat hidupnya muncul kembali. Namun, mengetahui Luca yang sangat tabu dengan dunia luar, ia mencoba membawa Luca ke dalam dunianya dan mengajari Luca banyak hal—hingga akhirnya Alberto yakin, bahwa Luca bisa berpijak pada kakinya sendiri.

Cinta atau Persahabatan?

Dalam film Luca, kita bisa melihat keakraban yang ditunjukkan oleh Luca dan Alberto nampak begitu erat. Impian mereka sangatlah sederhana; memiliki sebuah vespa untuk berkeliling dunia, agar mereka selalu bersama.

Baca juga:  Percaya Gak? Ziva Magnolya "Idol" Pernah Jadian Karena Kasihan

Di tengah persahabatan mereka, muncul sosok Giulia (dibaca ‘Julia’ dengan logat Italiano) menyelamatkan mereka dari Ercole Visconti (Saverio Raimondo ) yang sempat mereka berdua kira sebagai “Señor Vespa”.

Sebagai penduduk Portorosso, Ercole nampak seperti amat berkuasa dan membuat orang lain tidak nyaman ketika ia datang—dari Ercole sendiri, nampaknya kurang suka dengan kehadiran Luca dan Alberto di kota ini.

Kalau boleh jujur, Sushi juga seperti Ecorle loh ketika menonton Luca! Hahaha. Bukan tidak suka kepada Luca dan Alberto, tetapi merasa curiga dengan hubungan keduanya yang terlalu dekat untuk sekadar persahabatan antara sesama lelaki. Kalau Bahasa gaulnya nih, hubungan mereka ini bisa disebut dengan istilah bromance.

Bahkan di adegan ending, entah kenapa Sushi merasa deja vu dengan adegan perpisahan antara Elio dan Oliver dalam film Call Me By Your Name. Perpisahan antara keduanya (Luca dan Alberto) cukup mengundang awan mendung di mata Sushi, terlihat jelas bahwa ikatan persahabatan di antara mereka begitu kuat. Dan Luca merasa, tanpa Alberto—ia tidak akan tumbuh menjadi seperti sekarang.

Hal-hal Unik dalam Luca

Hmmm … membicarakan hal unik yang ditemukan dalam sebuah film, sepertinya menjadi hal wajib dan ciri khas dari Sushi ya gaes!

Dalam film Luca, Sushi menemukan berbagai hal yang sepertinya sinkron dengan legenda, aktor, ataupun hal-hal menarik lainnya. Misalnya saja seperti sosok Luca dalam film ini; biasanya pengisi suara dengan wujud dari karakter yang dimainkan, memiliki rupa fisik yang tidak jauh berbeda.

Alih-alih mirip dengan Jacob Tremblay, entah kenapa Sushi merasa wajah Luca mirip dengan aktor Noah Jupe yang berperan sebagai Marcus di film A Quiet Place ya? Hihihi. Coba deh, kamu lihat gambar di bawah ini:

Baca juga:  7 Alasan Kamu Wajib Nonton Live-Action Film Mulan!

Bagaimana, mirip nggak?

Selain itu, keunikan dari wujud Luca dan Alberto sebagai sosok monster laut ini, mengingatkan Sushi dengan legenda putri duyung yang sangat terkenal di dunia. Dalam berbagai puisi, cerita, legenda, dan film—putri duyung digambarkan dapat berubah wujud menyerupai manusia pada umumnya. Mereka memiliki ekor yang dapat beradaptasi menjadi kaki bila sedang berada di darat.

Sama seperti Luca dan Alberto, mungkin saja Enrico juga terinspirasi dari legenda serupa, sehingga wujud keduanya dapat berubah menjadi manusia ketika di darat. Menurut Sushi, hal ini cukup unik.

Karena penduduk Portorosso amat benci dan memburu para monster laut, Luca dan kerabatnya diberikan kemampuan tersebut agar dapat berbaur dengan manusia. Dan berkat ketulusan hati dan kebaikan hati keduanya, Massimo Marcovaldo (Marco Barricelli)—ayah Giulia, memberikan pengecualian pada keduanya, dan menganggap mereka seperti anaknya sendiri.

Penutup

Gimana, cukup menarik kan pembahasan soal film Luca?

Sayangnya, Luca berhalangan hadir dalam bioskop kesayangan kamu, karena terhalang oleh suasana pandemi yang semakin mencekam. Tetapi kamu tetap bisa mensupport Enrico dan menonton Luca di layanan streaming online Disney+ Hotstar saat ini!

Jadi makin nggak sabar nih menyaksikan tingkah konyol dan keseruan petualangan Luca dan Alberto di dunia manusia. Yang pastinya kamu akan dibuat baper dengan kesan dan makna dari film ini!

Jangan lupa untuk klik tombol notifikasi, agar kamu tetap mendapatkan update dari sushi.id . Sampai ketemu dalam spoiler Loki episode 5 yang akan tayang dalam waktu dekat!

Review Sushi: Luca
5

Leave a Reply

Loading…

Written by Vian Everdeen

"In a given space, only the Witch who cast the runes, can use her magic." ~Wanda Maximoff

nonton legend of awakening subtitle indonesia

Nonton Legend of Awakening (2020) Subtitle Indonesia

nonton space jam a new legacy

Nonton Space Jam A New Legacy (2021) Sub Indo Full Movie