Review WandaVision Episode 9: Sisi Lain Westview, Kota yang Patah Hati

“I am not a Witch, i don’t cast spells … no one taught me magic. I’m not what you say, i am!” ~ Wanda Maximoff.

Kalimat itu yang ia tegaskan, saat Agatha menyatakan dirinya sebagai seorang Scarlet Witch; sosok mitologi yang bahkan tidak Wanda kenal. Di episode ke 9, sekaligus penutup dari serial WandaVision yang sudah menemani kita sekitar dua bulan belakangan ini, akhirnya mencapai penghujung kisah yang akan menjawab semua pertanyaan kita.

Di balik simpang siur kekecewaan para penggemar tentang teori-teori yang terbantahkan, aku termasuk satu dari sekian juta orang yang malah terpuaskan, bahkan kehilangan sosok Wanda Maximoff sebagai penyemangat di hari jumat setiap minggunya. Kok bisa terpuaskan sih? Bisa dong, karena aku mencatat setiap clue yang hadir dalam tiap episode WandaVision tanpa memperdulikan teori-teori yang bertebaran di sosial media.

Kira-kira apa saja sih poin dan clue yang aku temukan? Berikut ini adalah catatanku untuk WandaVision episode 9!

WandaVision

Kata ‘WandaVision’ yang digunakan untuk judul serial ini, adalah tentang menyatunya dua hati antara Wanda dan Vision, juga sebagai gambaran kisah perjalanan proses seorang Wanda Maximoff yang akhirnya mendapatkan gelar The Scarlet Witch yang selama ini dinantikan penggemarnya. Menariknya, dalam serial ini kita jadi menambah wawasan bahwa Scarlet Witch sendiri adalah sosok mitologi yang amat tersohor di kalangan penyihir.

Semua kisah perjalanan ini bukanlah untuk mengenalkan Mephisto, bukan untuk Doctor Strange, juga bukan untuk Quicksilver, apalagi membuka multiverse yang nantinya begitu rumit. Spot light kita hanya untuk Wanda seorang, penyihir kecil patah hati yang selama ini dijadikan karakter tempelan dan diremehkan, kali ini ia diberi kesempatan untuk bangkit dan menjadi pemeran utama di panggungnya sendiri.

Wanda Maximoff, yang selama ini dianggap sebagai karakter sampingan dalam saga Avengers, memberi kita kesempatan untuk mengetahui kisah hidupnya dan juga ikut merasakan penderitaannya, yang selama ini masih terdominasi dengan penderitaan Thor Odinson di mata audience. Tanpa kita tahu, trauma yang di alami Wanda, sudah ia rasakan jauh sekali saat berumur sepuluh tahun. Masa di mana kebahagiaan seharusnya ia dapatkan, namun tergantikan dengan beban psikis yang teramat dalam.

Dia hanya ingin bahagia, kehidupan yang normal, dan Wanda hanya ingin diterima juga dicintai di tengah masyarakat. Ketika kebahagian itu datang, hal itu kembali direnggut darinya. Tentunya pantas, bila akhirnya Wanda marah demi mempertahankan kebahagiaan yang sudah ia bangun–walau hanya dalam ilusi dan realita yang tidak sengaja ia lepaskan. Kita pun juga akan melakukan hal yang sama, bila kebahagiaan kita diganggu oleh oknum yang berusaha ikut campur di dalamnya.

Westview yang Tidak Bernyawa

Bila kamu sudah menyaksikan episode 8, tentu kamu akan melihat betapa menyedihkannya Westview yang akan menjadi rumah masa depan Wanda dan Vision. Namun ketika kekuatan Wanda terlepas bersamaan dengan kesedihannya yang bertumpuk, Westview menjadi ceria, penuh warna, penuh senyuman, bahkan Wanda tetap memberikan mereka semua peran seperti saat masih di kehidupan nyata.

“I-itu tidak benar … aku melindungi kalian di dalam sini. Aku ingin … aku … aku ingin kalian merasa damai… “

Seperti yang Wanda katakan kepada warga Westview yang menyerangnya dan juga menuduhnya, Ia hanya ingin membagi kebahagiaannya bersama mereka di Kota yang murung ini–di dalam dunia realitas berbentuk sitkom yang menghibur kita selama delapan episode lalu. Namun Wanda tidak tahu, bahwa mereka menjerit dalam kebahagiaan realitasnya. Bahkan, ia tidak sengaja melakukan itu.

Baca juga:  Nonton Film Captain Marvel (2019) Sub Indo

Ia melihat Mrs. Hart kesepian dalam duduknya ditemani secangkir minuman–entah menantikan siapa, atau Dennis (delivery man) yang selalu murung dalam pekerjaannya, dan Phil Jones yang kesulitan mencari anak didik dalam usaha les privat piano yang dirintisnya di perumahan sunyi tersebut. Bagaimana Wanda tega melihat mereka terkungkung dalam kemurungan kota Westview yang seperti kota mati? Namun, yang dikatakan Monica benar adanya.

“Mereka tidak akan pernah tau seberapa besar pengorbananmu untuk mereka.”

“Itu tidak akan merubah cara pandang mereka terhadapku.” ujar Wanda. Seperti yang sudah-sudah, dalam film apapun; siapapun yang berbeda, spesial, unik, dan minoritas, tidak akan mudah diterima di masyarakat.

Agatha, Anti-hero yang Kita Cintai

Banyak yang bertanya, mengapa Agatha tidak dibunuh seperti di dalam komik?

Menurutku, ini adalah ciri khas dari Marvel Cinematic Universe yang tetap berpegang teguh pada komitmennya; bila anti-hero atau villain bisa menjadi rekan, kenapa harus dibunuh? Cukup kalahkan saja.

Pakem ini juga yang membuat kita semua para penggemar, akhirnya malah jatuh cinta pada sosok villain yang selama ini dilahirkan MCU. Sebut saja Loki, sejak debutnya di film Thor dan Avengers 2012, sudah berapa banyak penggemar yang tergila-gila pada Tom Hiddleston dan juga karakternya?

Karakter Agatha Harkness sendiri, berperan sebagai penyihir yang haus akan kekuatan dan keabadian. Ia tidak sejahat yang kita kira, hanya saja jalan yang dia tempuh berpegang pada kegelapan.

“Mengapa tidak kau berikan kekuatanmu, dan kau bisa memiliki Kota yang menyedihkan ini?”

Dari kata-kata tersebut, aku menangkap beberapa makna pada dialog Agatha:

  • Bisa jadi, Agatha menginginkan kekuatan Wanda untuk mengubah realita yang dia inginkan.
  • Agatha secara tidak langsung ingin ‘membantu’ Wanda mengendalikan kekuatan itu.
  • Atau, Agatha ingin melindungi Westview, bahkan dunia, jika seandainya Wanda lepas kontrol kembali. Mengingat The Scarlet Witch adalah sosok mitologi pembawa kehancuran, seperti yang diramalkan oleh para penyihir.

Jadi, di balik keserakahannya, Agatha belum tentu bermaksud buruk, kan? Apalagi sesaat sebelum diubah menjadi Agnes kembali, Agatha sempat berkata bahwa Wanda mungkin akan membutuhkan bantuannya.

Lagu “Agatha All Along” pun sukses mengisi trending di twitter dan juga youtube, dengan berbagai variasi akun yang saling menaransemen ulang.
Makna lagu ini memang mengungkapkan siapa sebenarnya Agatha, tetapi berkat karakter Agnes yang sangat membekas , plus suara tawa Kathryn Hahn yang khas, akhirnya lagu ini pun mampu ‘menyihir’ kita semua dan menyayangi sosok Agatha!

Hayooo, sudah berapa kali kamu memutar “Agatha All Along“? 😜

Penyihir Kuno Vs Penyihir Spiritual

Duel epic antara Wanda dan Agatha termasuk adegan yang paling dinantikan para penggemar. Sejauh mengikuti timeline Wanda dalam film-film bersama Avengers, kita hampir belum pernah menyaksikannya berduel sihir dengan siapapun seperti Doctor Strange dan Kaecilius.

Salah satu adegan yang paling membuat tepuk tangan, ketika Wanda mampu membuat kaligrafi rune pada dinding hexagon. Awalnya mungkin penonton dibuat berpikir, “Mengapa ia membuang magic bolt ke dinding? Apakah tembakannya meleset?” namun aku sendiri sudah berfirasat, bahwa Wanda memiliki suatu rencana besar.

Baca juga:  4 Fakta Terbaru Film Black Adam DC Universe

Benar saja, Ia memanfaatkan dengan baik media yang ada di sekitarnya. Jika Agatha harus memancing Wanda memasuki rubanahnya dan memiliki paling tidak 6 kaligrafi rune, dengan cerdiknya Wanda berhasil menggambar setidaknya 8 rune dengan sisa tenaganya.

“Scarlet Witch tidak dilahirkan, namun ditempa.”

Demikianlah tertulis pada takdir seorang Wanda Maximoff. Ia ditempa oleh keadaan, kepedihan, dan juga kecerdasannya dalam merekam gerak gerik lawan. Dari semua proses, pelajaran dan trik itu lah, akhirnya membuat Wanda layak menyandang gelar The Scarlet Witch.

Selalu Ada ‘Hayward’ di Sekitar Kita

Tidak sedikit penggemar yang heran mengapa Hayward malah ditangkap, bukannya Wanda yang secara mental menawan warga Westview lewat pengendalian pikiran. Menurutku pribadi, justru permainan itu lah yang ia inginkan; artinya Hayward sudah berhasil menggiring opini penonton agar membenci Wanda.

Bila kamu mengamati karakter seorang Tyler Hayward dari sejak episode ke 4, kamu pasti menemukan daftar kesalahannya di setiap episode:

  • Tyler Hayward adalah pimpinan sementara organisasi S.W.O.R.D yang didirikan oleh Maria Rambeau, selama Monica Rambeau mengalami the blip dan menjalani masa skors yang diterapkan oleh ibunya. Namun yang Hayward lakukan sudah jelas melanggar Sokovia Accord, yang jelas-jelas menulis tentang penggunaan tubuh mati Vision.
  • Ia tidak mengizinkan Wanda mengambil tubuh Vision. Hingga akhirnya Wanda (tidak sengaja) mengkreasi Vision-nya sendiri, Hayward malah melakukan playing victim terhadap Wanda.
  • Selama Monica menjalani masa skors, sewajarnya Hayward tetap mendengarkan apapun pendapat Monica–mengingat Monica adalah pimpinannya. Namun Hayward berusaha membangun visinya sendiri yang bersebrangan dengan Monica, dan malah menahan Monica, Darcy, juga Jim Woo.
  • Bila Monica tidak tanggap dengan gerakan Hayward, mungkin si kembar akan mati tertembak. Sudah jelas, dari sini menambah satu pasal lagi untuk memenjarakannya.

Di dunia ini, akan selalu ada orang seperti Tyler Hayward dan Dolores Umbridge; dua orang yang menyebalkan dan tega melakukan play victim demi tercapainya tujuan mereka.
Namun kita juga bisa memilih menjadi Jim Woo, Darcy, dan Monica untuk membantu orang-orang seperti Wanda. Yang kita butuhkan hanyalah lebih peka terhadap sekitar, dan memahami apa yang dirasakan oleh si penderita.

Vision dan White Vision

Dua karakter yang diperankan oleh satu aktor ini benar-benar menyuguhkan aksi pertempuran yang hebat di episode ini. Awalnya aku sempat ragu, apakah Vision bisa menggunakan mindstone-nya? apalagi di episode 8, kita melihat sendiri, Vision adalah tubuh baru ciptaan dari kreasi sihir Wanda. Ternyata bisa dan sangat berfungsi! 🤩

Ciri khas dan kehebatan adegan ini, dinilai dari pembahasan tentang kapal Theseus di antara keduanya. Beberapa penonton mungkin akan melihat adegan ini terkesan cringe, tapi bagiku, adegan ini sangat jenius mengingat keduanya adalah android yang sama-sama menjadi bank data.

Syukurnya, Vision sempat ‘menransfer’kan seluruh kenangannya dan memori yang ia dapatkan dari Wanda ke dalam sistem White Vision. Semoga dengan adanya adegan ini, White Vision memiliki masa depan cerita dan bersatu kembali dengan Wanda.

Evan ‘Ralph’ Peters

Pietro, Peter, Fietro dan sebagainya, entah sudah berapa kali nama itu disebut dalam berbagai komentar atau teori-teori dari berbagai sumber. Nyatanya dalam serial ini, Evan Peters menjadi sosok Ralph Bohner yang selalu disebut Agnes sebagai suaminya.

Baca juga:  Euro 2020: Jelang Laga Portugal vs Jerman

Kecewa? Tidak. 😂

Karena sembari menulis catatan WandaVision sejauh ini, aku tidak terlalu memercayai teori yang beredar. Takjub iya, tetapi tidak terlalu meyakini. Karena aku yakin Evan memiliki masa depan yang panjang bersama MCU. Apalagi ia sudah mengatakan “aku bersedia mendapatkan peran apapun, walaupun karakternya aneh.”

Ralph Bohner mungkin nampak sebagai karakter tempelan, untuk menjawab sosok yang selama ini dibicarakan Agnes. Tetapi tahukah kamu, apa yang aku temukan lewat adegan Monica yang mengunci gerakan Ralph?

Kalung Ralph adalah pemberian dari Agnes, dan baru di shoot sedekat itu di episode ini.

Setelah tato ‘MOM’ yang ternyata adalah tato asli dari lengan Evan, nyatanya kalung ini bukanlah miliknya pula. Kalung ini murni properti dari Agnes, diberikan jampi khusus necromancy¹ ke dalam tubuh Ralph, untuk memanggil kekuatan Quicksilver.

Kalung khusus tersebut terdiri dari manik putih dan manik kecoklatan berbahan kayu pada bagian tengahnya. Menurut riset, kayu dengan efek magis seperti itu banyak mengarah pada kayu Pemphis Acidula², yang juga banyak digunakan para penyihir dari hutan Asia Tenggara sebagai bahan tongkat sihir, pangkal pedang, tasbih, gelang dan kalung.

Kami Tidak Membencimu; Kami Semua Berterima Kasih

Wanda Maximoff, sosok yang dibawakan dengan apik oleh Elizabeth Olsen, telah membawaku dan semua penderita depresi masuk ke dalam dunianya yang penuh penderitaan dan trauma psikis. Juga mewakili kami semua para depresan, untuk mengutarakan apa yang kami rasakan lewat WandaVision.

Proses perjalanan denial menuju depresi telah digambarkan dengan baik tiap episodenya. Walaupun Wanda mampu menyembunyikannya dalam bentuk sitkom di episode 1 hingga 3, tetapi Wanda tidak mampu membohongi kami tentang apa yang dia derita.

Wanda adalah aku, kamu, mereka, kita semua yang memiliki permasalahan dan pertempuran sendiri dalam usaha beradaptasi di tengah masyarakat yang semakin banyak menuntut apa yang belum tentu mampu kita berikan.

Ia mungkin belum mampu menjadi ibu yang sempurna bagi Billy dan Tommy, tetapi ia telah belajar bagaimana menjadi orang tua yang berhasil membentuk mereka berdua menjadi anak yang baik dan peka pada orang tuanya.

Berterima kasih kepada Tommy, Billy, juga berpamitan kepada Vision adalah momen mengharukan dalam perjalanan seorang Wanda Maximoff. Perpisahan kepada dunia semu yang sempat membahagiakannya selama sepuluh hari, adalah hal paling menyedihkan bagi Wanda, sekaligus yang terbaik bagi Westview dan seisinya.

Namun hidup harus terus berjalan, lahirnya kekuatan akan memunculkan tanggung jawab sepadan. Bila saat ini semua seperti yang dikatakan Agatha, “Kau tidak tahu apa yang kau lepaskan…” semoga kedepannya, kekuatan Wanda cukup besar untuk menumpas apapun sebab-akibat dari apa yang sudah digariskan.

Terima kasih, Wanda. Sampai bertemu dalam kisahmu berikutnya.

Catatan:

1. Necromancy: praktik pemanggilan arwah. Tujuannya adalah agar manusia dapat berkonsultasi dengan orang mati dan biasanya dilakukan dengan pertolongan seseorang sebagai medianya. Wikipedia
2. Pemphis Acidula: atau biasa disebut Stigi, menjadi salah satu pohon dan kayu yang diyakini memiliki tuah (kekuatan gaib). Bahkan diantara kayu-kayu bertuah lainnya semisal Dewandaru, Nagasari, dan Pulai, Stigi dianggap sebagai Raja Kayu Bertuah. Wajar jika kemudian kayu ini dijadikan jimat dan penyerap racun sehingga terkenal di kalangan pelaku metafisika.

Leave a Reply

Loading…

Written by Vian Everdeen

"In a given space, only the Witch who cast the runes, can use her magic." ~Wanda Maximoff

nonton affair 2016

Nonton Affair (2016) Sub Indo, Streaming Full Movie

nonton go go squid 2

Nonton Go Go Squid 2 (2021) Sub Indo, Full Episode